Yuk, Kenali 3 Primata Endemik Pulau Jawa!

21 Des 2023
Admin YIARI

Yuk, Kenali 3 Primata Endemik Pulau Jawa!

oleh | Des 21, 2023

Halo Sobat #KonservasYIARI!

Satwa endemik merupakan satwa yang hidup atau mendiami wilayah tertentu secara alami dan tidak ditemukan di wilayah lain. Keberadaan satwa endemik memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. 

Namanya juga satwa endemik ya Sobat! Jika satwa ini punah, sudah pasti tidak ada lagi spesies yang bisa menggantikan perannya. Dan dipastikan ekosistem akan kehilangan keseimbangan. 

Primata berperan membantu pepohonan di hutan dalam proses berkembang biak sebagai penebar bebijian dan juga pengatur pertumbuhan pepohonan di hutan. 

Primata endemik dapat kita temui di berbagai hutan Indonesia, salah satunya hutan di Pulau Jawa. Namun sayangnya banyak masyarakat Indonesia bahkan di Pulau Jawa yang belum mengetahui keberadaan primata endemik tersebut.

Oleh sebab itu yuk kita kenali 3 primata endemik Pulau Jawa!

1. Owa Jawa

Owa jawa termasuk kedalam kelompok kera kecil yang mendiami hutan di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Barat hingga sebagian Jawa Tengah. 

Owa jawa memiliki rambut berwarna abu-abu dengan lengan yang lebih panjang dari ukuran tubuh dan kakinya. Owa jawa yang memiliki nama latin Hylobates moloch ini sangat menyukai aktivitas berayun di pohon (brankiasi). 

Hylobates moloch  (Rob Banks, all rights reserved / iNaturalist)

Hal unik lainnya owa jawa merupakan primata yang setia dan hidup berkelompok kecil. Owa jawa memiliki suara yang khas dimana salah satu fungsinya untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya. Bahkan suaranya seperti penyanyi sopran lho! 😮

Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) keberadaan owa jawa kini terancam punah (endangered). Hal ini disebabkan karena banyaknya yang menjadikan owa jawa sebagai peliharaan dan perdagangan satwa. 

2. Kukang Jawa

Kukang jawa yang memiliki nama latin Nycticebus javanicus ini merupakan primata nokturnal. Masyarakat mengganggap kukang sebagai primata yang lucu dan menggemaskan, padahal kukang memiliki bisa yang dapat menyebabkan demam dan pembengkakkan pada tubuh  manusia. 

Kukang jawa memiliki garis cokelat melintang pada punggungnya dan lingkaran cokelat berbentuk berlian di sekitar matanya. Kukang jawa merupakan primata endemik Pulau Jawa yang sebarannya berada di Jawa Barat hingga Jawa Tengah. 

Nycticebus javanicus (Carlos N. G. Bocos, all rights reserved / iNaturalist)

Menurut IUCN kukang jawa memiliki status konservasi  kritis di alam (critically endangered). Selain perdagangan dan pemeliharaan masih banyak mitos di masyarakat yang percaya dengan khasiat dengan memakan daging kukang bahkan minyak kukang. Padahal Sobat, belum ada penelitian yang membuktikan akan khasiat tersebut! 

3. Lutung Jawa

Lutung jawa atau lebih dikenal dengan sebutan lutung budeng merupakan jenis lutung dengan rambut berwarna hitam pekat. Namun Sobat, bayi lutung jawa memiliki warna rambut kuning keemasan yang berangsur-angsur akan berubah menjadi hitam. Menurut IUCN, lutung jawa memiliki status konservasi  rentan (vulnerable). 

Satwa dari keluarga Cercopithecidae yang memiliki nama latin Trachypithecus auratus yang terpecah menjadi dua sub-spesies berdasarkan wilayah persebarannya, yaitu Trachypithecus auratus auratus dan Trachypithecus auratus mauritius.

Trachypithecus auratus auratus adalah subspesies lutung yang hidup di daerah Jawa Timur, Bali, Lombok, P. Sempu, dan Nusa Barung. 

Berbeda halnya dengan Trachypithecus auratus mauritius yang merupakan sub-spesies lutung jawa yang merupakan satwa endemik Pulau Jawa dalam jumlah yang cukup terbatas seperti di Jawa Barat dan Banten. 

Trachypithecus auratus mauritius (m choi azis, all rights reserved / iNaturalist)

Ohiya Sobat! Lutung dianggap satwa yang menyeramkan dan menurut cerita rakyat dari Sunda, lutung merupakan kutukan dari perwujudan seorang pangeran. Yup benar sekali! Cerita rakyat ‘Lutung Kasarung’. Lutung kasarung digambarkan sebagai makhluk buruk rupa. 

Sobat! Dari ketiga jenis primata endemik Pulau Jawa di atas semua memiliki status konservasi yang mengkhawatirkan. Sebagai masyarakat Indonesia kita harus turut serta dalam menjaga keberlangsungan habitat ataupun primata endemik tersebut.

Primata endemik memiliki peran yang sangat penting bagi ekosistem. Bayangkan Sobat jika primata endemik punah? Apakah Sobat bisa menggantikan perannya? Jangan sampai kelak generasi muda Indonesia hanya mengenal sebatas nama saja tanpa melihat langsung primata endemik tersebut hidup di alam liar.

Referensi : 

  1. https://gardaanimalia.com/yuk-mengenal-tujuh-spesies-kukang-di-indonesia/ 
  2. https://ksdae.menlhk.go.id/berita/4631/Lutung-Budeng-Si-Hitam-dari-Gunung-Ciremai-yang-Unik.html 
  3. https://kids.grid.id/read/473828859/10-fakta-ilmiah-lutung-jawa-primata-endemik-indonesia-bertubuh-kecil-akubacaakutahu?page=all 
  4. Featured image: Hutan Halimun salah satu habitat owa jawa (Ade javanese / CC BY-SA 4.0 DEED)

Elif Ivana Hendastari 

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

7
Feb 23, 2024

Lowongan Kerja – Spesialis Manajemen Program – Bogor, Jawa Barat

DIBUTUHKAN SEGERA Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) adalah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang upaya penyelamatan, perlindungan dan konservasi satwa liar Indonesia, khususnya satwa primata, seperti orangutan, kukang, monyet ekor...

Artikel Terkait