Sumber Daya Alam yang Terjaga dalam Habitat Satwa yang Asri

Kita selalu diingatkan untuk selalu menjaga satwa di habitatnya. Tapi kenapa sih kita harus melakukannya?

 

Habitat satwa sebenarnya tidak hanya bermanfaat untuk satwa aja, lho. Manusia juga bisa memanfaatkan sumber daya alam terbarukan yang dihasilkan di habitat satwa ini selama keasriannya tetap kita jaga.

Yuk, kita simak sumber daya alam apa aja sih yang bisa kita dapatkan dengan menjaga habitat para satwa.

 

1. Air

Danau Penyenggat, Ulak Medang (Rudiansyah | IAR Indonesia)

Air adalah sumber kehidupan dan komponen penting makhluk hidup. Tanpa air, sulit bagi makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup. Tidak terkecuali manusia. Meskipun air menutupi 2/3 luasan permukaan bumi, hanya 2,5% air tawar yang dapat diminum yang ada di bumi.

Untuk mencegah kelangkaan air, kita haruslah menjaga alam. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar siklus air tetap terjaga, sehingga air tawar tetap mudah untuk didapatkan. Ketika kita menjaga alam, yang kita jaga sebenarnya adalah siklus air tersebut yang sedang berjalan. Siklus air menjaga air tetap berada dalam ekosistem sehingga dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Siklus air yang baik akan menghasilkan mata air dan sungai yang jernih, serta tidak menyebabkan banjir.

 

 

2. Bahan Pangan

Kopi di perkebunan masyarakat (Tim Comdev | IAR Indonesia)

Makanan bisa dengan mudah kita dapatkan di alam. Berbagai macam asupan nabati dan hewani dapat kita dapatkan di alam dengan tetap memerhatikan jumlah yang kita ambil. Contohnya adalah buah-buahan, kacang-kacangan, daging, ikan, dan lain sebagainya.

Menurut Kuswiyati dalam Suhardi et al (2002) setidaknya terdapat 77 jenis bahan pangan sumber karbohidrat, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis biji-bijian dan buah-buahan, 288 jenis sayur-sayuran, 110 jenis rempah-rempah terdapat di hutan. Hal ini menunjukkan bahwa hutan punya potensi yang sangat besar dalam memberikan kontribusi penyediaan pangan untuk masyarakat.

Manusia juga terkadang bercocok tanam di dalam hutan. Saat ini kita bahkan telah menemukan cara untuk bercocok tanam di hutan tanpa merambahnya. Sudah ada sistem tanam yang berkelanjutan dengan mengintegrasi pertanian atau perkebunan dengan hutan atau bisa kita sebut agroforestri.

 

3. Kayu

Pohon penghasil kayu (Rudiansyah | IAR Indonesia)

Yap, kayu adalah salah satu sumber daya alam yang dapat diperbarui. Kayu seringkali dijadikan sebagai material pembuatan rumah maupun perabotan rumah tangga. Penggunaannya tidak masalah asalkan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.

Indonesia terkenal akan jenis-jenis kayunya yang kuat, tahan lama, dan berkualitas. Sedikitnya, terdapat 43 jenis kayu di Indonesia, 20 di antaranya secara khusus sering digunakan sebagai material rumah dan perabotan rumah tangga. Jenis-jenis kayu tersebut dapat diperoleh di berbagai daerah di Indonesia dan memiliki keunggulannya masing-masing. Varian kayu di Indonesia di antaranya adalah kayu jati, mahoni, pinus, merbau, sonokeling, dan kamper.

 

4. Hasil Hutan Bukan Kayu

Tumbuhan nipah (Rudiansyah | IAR Indonesia)

Hutan maupun habitat satwa lainnya tidak hanya menghasilkan kayu dan bahan makanan, lho. Ada banyak sumber daya tumbuhan dan hewani lain yang dapat kita manfaatkan. Contohnya adalah rotan, purun, nipah, gaharu, minyak tumbuhan, sutra alami dan lain-lain.

 

Bahan-bahan ini memiliki fungsi dan manfaatnya yang berbeda-beda. Hal ini diketahui oleh masyarakat lokal yang memanfaatkannya untuk hal yang beragam pula. Ada yang menjadikannya perabotan, perhiasan, hingga obat-obatan tradisional.

 

5. Biodiversitas

Kodok kongkang gading (Tim SMKN 1 Ketapang Grup 1)

Flora dan fauna yang kita lindungi juga merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Di Indonesia sendiri terdapat 14438 spesies satwa dan tumbuhan, dimana sekitar lebih dari 3800 spesiesnya termasuk kategori endemik alias asli Indonesia. Kekayaan ini sangatlah tak ternilai harganya. Sebab, kita tak hanya mendapatkan pengetahuan dari mereka, namun juga kearifan serta kultur yang membentuk peradaban kita hingga saat ini.

 

Keberadaan biodiversitas ini juga dapat dijadikan indikator keasrian habitat mereka. Apabila satwa maupun tumbuhan tertentu sulit ditemukan di suatu daerah, maka ada lingkungan tersebut sedang tidak baik-baik saja dan membutuhkan perawatan. Sebab, keberadaan biodiversitas ini pada akhirnya juga akan membuat ekosistem terawat karena mereka memiliki fungsi di alam yang membuat ekosistem menjadi sehat.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Keseruan 3 R di Hari Bumi

Udah pada tau kan ya kalau Hari Bumi diperingati setiap tanggal 22 April? Nah, untuk memperingati Hari Bumi tahun ini,

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit