Si Martha, Pintu Masuk Pengenalan Masyarakat Sekitar Kawasan TNGHS Tentang Kukang Jawa

Oleh Robithotul Huda
Tanggal 04 Maret 2012, kami berangkat ke lokasi di mana si Martha berada. Yaitu di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Resort Gunung Salak 1.  Selama lebih dari 2 bulan, si Martha (nama kukang jawa yang lepasliarakan oleh IAR Indonesia) masih berada di lokasi tersebut. Jalan terdekat menuju lokasi tersebut adalah melewati Gang Masjid, RT 04/ RW 02 kampung Cihideng, Desa Cipelang, Kec. Cijeruk,  kab. Bogor.
Pak Rahmat adalah salah satu tokoh di kampung tersebut. Selain menjadi ketua RW lebih dari 10 tahun, dia juga menjadi ketua kelompok tani di Desa Cipelang. Yaitu Kelompok Tani Sejahtera.
Saat Huda sedang memberikan edukasi tentang kukang
“Pak rahmat, saya minta ijin unutk mengadakan kegiatan di wilayah bapak. Kami sedang melakukan monitoring kukang jawa hasil pelepasliaran oleh IAR Indonesia”. Kataku memulai pembiacaraan.
“Apa itu kukang?” dengan penasaran pak rahmat membalas. Ternyata pak rahmat belum mengenal kukang.
Kemudian akupun menjawab dan menggambarkan ciri-ciri kukang dengan gambaran yang sederhana. “Kukang itu ukuranya segini, warnanya begini, ciri khasnya di mata dan seterusnya”. Setelah itu baru poster Kukang di gelar didepan pak rahmat. “Inilah kukang pak” kataku.
Kemudian diskusipun mengalir deras dan tak terbendung, mengenai kerusakan lingkungan, pengerukan pasir dan batu (sirtu) di kampung cihideng, peta politik di Cijeruk, korupsi proyek jalan di cihideng dan sebagainya. Semua perkataan mengalir, seperti  pembicaraan dengan orang yang telah kenal sejak lama, tak ada basa-basi, lugas dan tegas.
“Kami sudah sibuk dengan urusan pertanian di ladang, jadi kami tidak punya kesempatan untuk merambah hutan. ini adalah cara kami melestarikan hutan yaitu tidak mengotak-atik kawasan tersebut”. “Berikan pekerjaan masyarakat sekitar kawasan hutan dan hutan akan lestari”.  Kata Pak Rahmat.
Tak terasa waktu menunjukkan pkl. 15.15 wib. Aku bersama Itang (kempleng) harus egera melanjutkan perjalanan ke camp. Dilereng Gunung Salak-TNGHS untuk memonitoring Martha. Dan kami berpamitan ke Pak Rahmat.
“Pak kami mohon pamit dulu, Sekalian nitip sepeda motor ya pak, 3 hari lagi saya ambil”. Ucapku.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit