Seminar Konservasi Kukang di Bogor, 9 Desember mendatang

Kukang. Pernahkah anda melihat langsung binatang mungil yang tampak pemalu dengan mata besar terheran-heran itu? Atau anda mengira itu Kuskus? Apa bedanya Kukang dengan Kuskus?

Pernahkah anda ditawari orang untuk membeli Kukang (biasanya disebut kuskus oleh pedagangnya)? Atau anda bahkan memeliharanya? Mungkin kita tidak menyadari perdagangan Kukang itu ilegal dan mengancam kelangsungan hidup mereka. Bahkan Kukang Jawa termasuk dalam 25 primata dunia yang terancam punah.

Kukang (Slow Lorises, Nycticebus spp.) adalah spesies khas Asia Tenggara. Indonesia memiliki 3 jenis Kukang yaitu Nycticebus coucang dari Sumatra, Nycticebus javanicus dari Jawa dan Nycticebus menagensis dari Kalimantan. Nycticebus javanicus masuk klasifikasi terancam (terus menerus masuk dalam “IUCN Red List of 25 Most endangered Primates of the world” sejak 2008) sedangkan Nycticebus coucang dan Nycticebus menagensis masuk dalam tingkat rentan.

Pada 9 Desember ini, International Animal Rescue (IAR) Indonesia mengadakan sebuah seminar komprehensif yang akan menjawab pertanyaan anda tentang spesies Kukang, habitatnya, fungsi ekologis mereka, cara mengidentifikasi mereka, status konservasinya, serta berbagai ancaman yang dihadapi mahluk kecil mungil ini (Kukang dewasa Indonesia beratnya rata-rata 1 kilogram), termasuk tentang perdagangan kukang dan aspek-aspek hukumnya.

Seminar ini juga akan memaparkan program penyelamatan dan rehabilitasi bagi Kukang, sampai prosedur medis dan pelepasliarannya. Peserta pun akan diajak untuk urun rembug bersama para ahli untuk mencari solusi bagi konservasi Kukang. Dengan menghadiri seminar ini anda akan mendapat banyak pengetahuan berharga tentang satwa nocturnal yang hidupnya terancam ini.

(Bagi anda pemilik Kukang, IAR akan membantu anda menyerahkan satwa dilindungi ini ke negara, untuk direhabilitasi dan dikembalikan ke habitat aslinya oleh IAR)

Seminar Konservasi Kukang ini bertempat di:

Lt. 2 IPB International Convention Center (IICC)
Meeting Room A
Botani Square
Jl. Pajajaran – Bogor 161227
Kamis 9 Desember 2010
pukul 9.00 – 17.30

seminar terbuka bagi publik
biaya: Rp 200,000 (termasuk 2 x rehat kopi dan buffet makan siang)

Pembayaran dapat dilakukan langsung pada hari seminar (cash) atau melalui rekening IAR di Bank Mandiri dan setelah transfer tolong konfirmasi ke nomor : 0812 888 5072.


Bank Mandiri KCU Bogor Juanda No. rek: 133-00-0578960-7
Atas nama: Yayasan IAR Indonesia.

untuk reservasi, silakan hubungi:

Indri : 0812 888 50 72
Sukma : 0812 818 44 659
International Animal Rescue Indonesia : 0251 – 389 232
indri@internationalanimalrescue.org / sukma@internationalanimalrescue.org

bagi jurnalis yang akan meliput, mohon konfirmasi ke

Kili : 0818 11 88 29
kili@internationalanimalrescue.org

Seminar Konservasi Kukang
“Dapatkah kita menjamin kelangsungan hidup salah satu primata yang paling terancam punah di dunia ini?”

Pembicara:

  1. Jarot Arisona – Universitas Indonesia
  2. Dr. K.A.I. Nekaris, MA, PhD. – Oxford Brookes University
  3. Dr. Chris Shepherd – Traffic Asia Tenggara
  4. Maman S.Hut. – Head of SPORC unit
  5. Dr. Karmele Llano Sanchez – Veterinary Director / Direktur Veteriner International Animal Rescue
  6. Dr. Paolo Martelli – Chief Vet Hong Kong Ocean Park
  7. Richard Moore – kandidat PhD Oxford Brookes University
  8. Dr. Ulrike Streicher – Dokter hewan spesialis satwa liar dari Danang, Vietnam

Acara:

Sesi 1 : Spesies Kukang di Indonesia: status konservasi, pembedaan spesies dan aspek ekologi

  • Aspek ekologi pada Kukang
  • Pembedaan spesies: Ringkasan dari spesies Kukang yang berbeda di Indonesia – Bagaimana cara mengidentifikasi mereka?

Sesi 2 : Perdagangan Kukang : Ancaman utama terhadap keberlangsungan hidup Kukang

  • Perdagangan Kukang – domestik dan internasional
  • Isu utama dari Penegakan Hukum di Indonesia

Sesi 3 : Program Penyelamatan, Rehabilitasi dan Pelepasliaran

  • Penyelamatan, penyitaan yang berlanjut ke rehabilitasi dan pelepasliaran
  • Ringkasan penanganan dan prosedur medis pada Kukang      
  • Program pelepasliaran Kukang di Taman Nasional Gunung Halimun Salak : Pemantauan setelah pelepasliaran menggunakan radio telemetri
  • Program Pelepasliaran Kukang dan Pemantauan setelah pelepasliaran: Pengalaman di Vietnam

Sesi 4: Diskusi: Apakah diperlukan Rencana aksi untuk konservasi Kukang?

  • Merumuskan solusi yang memungkinkan untuk menanggulangi perdagangan dan melindungi spesies kukang di Indonesia:

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit