Selalu Ada Yang Penting Tentang Mangrove

I know…I know… Karena penting buat lingkungan kan?

Betul! Nah tuh udah tahu jawabannya. Tapi kalian udah tahu nggak arti pentingnya mangrove itu kayak gimana?

 

Hehehe…nggak terlalu sih…

Nah, jadi secara fisik nih, hutan mangrove punya peran yang sangat penting sebagai pelindung kawasan pesisir dari empasan angin, arus, dan ombak dari laut. Sebaliknya, dia juga berperan sebagai benteng pantai dari pengaruh banjir dari daratan. Lagian tuh ya, sebagai salah satu ekosistem pantai, hutan mangrove memainkan peranan yang sangat penting dalam menunjang kehidupan berbagai biota laut, terutama beberapa jenis ikan, udang, dan kepiting. Hutan mangrove yang terjaga dengan baik akan mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya kelompok nelayan. Nah, peran penting ini kerasa banget buat Indonesia, karena sebagai negara maritim dengan dua per tiga luas wilayahnya adalah lautan, Indonesia memiliki hutan mangrove terbesar di dunia loh. Bayangin aja, 20% atau 1/5 dari total luas mangrove dunia itu ada di Indonesia!

 

Wih, keren keren.

Iya, tapi sayangnya ada beberapa kegiatan manusia yang menyebabkan kerusakan hutan mangrove. Dari 3,31 juta hektar, 600 ribu hektar di antaranya teridentifikasi kritis.

 

Duh kenapa bisa gitu ya?

Macem-macem sih, salah satunya pencemaran lingkungan, terus penebangan mangrove dan konversi hutan mangrove terutama untuk pembangunan tambak. Faktor manusia ini nih yang merupakan faktor paling dominan penyebab rusaknya hutan mangrove. Faktor alam ada juga, tapi gak terlalu signifikan, misalnya aja abrasi gelombang laut dan sedimentasi dari aloran sungai.

 

Ih, ngeri juga yang kalau ekosistem mangrove yang manfaatnya bejibun itu sampe rusak.

Nah makanya kita ngadain beberapa kegiatan di Hari Mangrove Sedunia.

 

Wah ada perayaannya ya?

Tentu saja! Jadi Hari Mangrove Sedunia atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem, diadakan pertama kali tahun 2015 oleh Konferensi Umum UNESCO dan dirayakan setiap tahun di 26 Juli. Tujuan sih buat meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove dan memberikan solusi akan pengelolaan dan konservasi yang berkelanjutan. Jelas fungsinya mangrove banyak banget, dia tuh menghasilkan berbagai komoditas perikanan dan kehutanan, dia juga berperan untuk mencegah abrasi pantai, menstabilkan daerah pesisir, menyaring limbah secara alami, mencegah intrusi air laut, sebagai habitat dan tempat pemijahan beberapa jenis satwa yang tinggal di wilayah mangrove. Selain itu ekosistem mangrove juga punya potensi yang besar dalam menyerap dan menyimpan karbon. Tahu kan, karbon tuh berkontribusi besar terhadap terjadinya perubahan iklim. Dengan menjaga ekosistem mangrove artinya kita telah melakukan mitigasi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim.

 

 

I see… terus kegiatannya apa aja?

Macem-macem sih, ada lomba foto mangrove, penanaman mangrove, sampai pameran foto, berkolaborasi  dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kuala Satong, Dinas Pariwisata Kabupaten Ketapang, Politeknik Negeri Ketapang, PT. Mohairson Pawan Khatulistiwa, dan Aliansi Pemuda Pecinta Alam.

 

Kegiatannya di mana?

Untuk lomba foto sama penanaman mangrove di Mangrove Center Kuala Satong.

 

Kuala Satong itu di mana sih?

Kuala Satong tuh nama desa di Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Nah di sana, ada kawasan mangrove yang dijadikan tempat wisata. Asik kan, mangrove terjaga, masyarakat pun bisa dapat wisata dan warga lokal bisa dapat tambahan penghasilan. Lumayan luas sih tempatnya. Enam hektar.

 

 

Ih kok asik banget sih..

Iya, di sana ada jalur tracking sepanjang 1,5 km. Terus ada jungle track yang terbuat dari kayu sepanjang 300 meter, jadi kalian kalau main ke sana bisa jalan-jalan di dalam hutan mangrovenya. Oh iya, ada enam saung juga yang bisa kalian pake buat istirahat sambal nikmatin suasana hutan.

 

Wih, kreatif banget ya masyarakat di sana. Awalnya gimana sih kok bisa jadi punya ide buat tempat wisata gitu?

Hmmm, jadi masyarakat Kuala Satong ini memang jempolan gaes. Mereka udah dari dulu paham pentingnya ekosistem mangrove yang ada di desa mereka. Terus di 2008, salah satu tokoh masyarakat Desa Kuala Satong, Syakrani, sudah mulai giat melestarikan ekosistem mangrove. Awalnya Syakrani masih berjuang sendirian, belum banyak yang tertarik untuk memanfaatkan hutan mangrove ini, tapi lama-lama kerja keras Syakrani berbuah manis. Selain mendapat dukungan dari masyarakat, dia juga mendapat dukungan dari pihak pemerintah dan swasta sehingga akhirnya bisa membentuk Kelompok Sadar Wisata serta mewujudkan Wisata Hutan Mangrove di Kuala Satong.

 

 

Eh, tadi kan ada lomba foto kan ya? Ceritain dong.

Sure! So, buat ngasi edukasi soal ekosistem mangrove sekalian promosi wisata di Kuala Satong, kita ngadain lomba foto, temanya “Atraksi Wisata di Areal Mangrove”.  Lomba foto ini dibagi jadi tiga kategori: flora fauna, bentang alam, dan modelling. Ini lomba fotonya dibagi per kelompok gitu sih, total ada 23 tim dengan 69 orang yang ikutan lomba. Lombanya sendiri 4 hari, dari tanggal 24-27 Agustus. Oh iya, biarpun lomba, tapi kita tetep pake prokes yak, jadi setiap tim secara bergantian melakukan pengambilan gambar di lokasi Wisata Mangrove Kuala Satong menyesuaikan dengan daya tampung lokasi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

 

Wah keren! Seru banget! Terus hasil karya peserta lombanya bisa dilihat di mana?

Nah, hasil karya peserta lomba sempet dipamerin tuh, di Gedung Kuliah 2 Politeknik Ketapang, dari tanggal 23-25 Agustus 202. Pamerannya ini nampilin hasil karya para peserta lomba. Total ada 42 karya foto dari 23 tim. Pameran ini lumayan rame lho, cuma tiga hari aja tapi jumlah pengunjungnya sampe 575 orang. Itu juga karena dibatasi jumlah pengunjungnya gaes. Jadi hanya ada boleh 25 orang dalam ruangan. Jadi kalau mau datang ke pameran, pengunjung harus daftar dulu di aplikasi untuk ngatur kuotanya.

 

Kalau yang nanem mangrove gimana tuh?

Kalau nanam mangrovenya sih dua hari, Sabtu, 24 Juli dan Minggu, 25 Juli.

 

Banyak gak yang ikutan nanam mangrove? Ditanamnya di mana sih?

Yang ikutan nanam lumayan banyak sih, semua peserta lomba ikutan, mulai dari mahasiswa, komunitas pecinta reptil, komunitas fotografi sampe masyarakat umum. Mereka ini nanam bibit mangrove di sekitar track yang terbuka di dalam Kawasan Wisata Mangrove ini. Tujuannya ya buat menambah menambah vegetasi mangrove pada areal yang terbuka akibat pembangunan dan normalisasi sungai.

 

Aih serunya.. jadi pengen ikutan!

Siap! Nanti kami kabari kalau ada kegiatan lainnya ya.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Lowongan Pekerjaan: Staf Multimedia

DIBUTUHKAN SEGERA   Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) adalah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang penyelamatan, rehabilitasi dan konservasi satwa

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit