Rescue Kukang Liar dari Gunung Malang, Tenjolaya

Team International Animal Rescue (IAR) Ciapus, Bogor, pada tanggal 15 Mei 2010 memperoleh laporan dari warga sekitar tentang adanya penemuan seekor kukang di daerah Gunung Malang – Tenjolaya, Barat Ciapus, dan segera team Rescue IAR meluncur ke lokasi penemuan untuk verfikasi laporan, dan memang ada kukang yang dipelihara di rumah salah satu warga.

Sebagai tindak lanjutnya, pada Selasa tanggal 18 Mei 2010 pukul 10.30 WIB sekitar 5 orang team Rescue IAR berangkat menuju ke tempat ditemukannya kukang di daerah Tali Kolot RT 1, Desa Gunung Malang, Tenjolaya, sekitar 3 km dari Kantor IAR.

Rumah warga yang memelihara kukang tersebut berada di perkampungan yang berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya. Pemilik rumah yang bernama Bapak Hidayat dan Ibu Dedeh tidak mengetahui bahwa satwa yang ditemukan oleh mereka itu adalah kukang, mereka menamakannya kuskus seperti masyarakat Gunung Malang pada umumnya.

Hasil identifikasi memperlihatkan kukang yang di simpan di belakang rumahnya tersebut adalah kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dengan jenis kelamin betina. Kukang yang hanya satu ekor tersebut dipelihara dalam kandang yang terbuat dari besi, mirip kandang burung.

Hasil investigasi singkat diperoleh keterangan bahwa kukang tersebut datang dengan sendirinya ke rumah Bapak Hidayat. Kukang tersebut mendatangi rumah mereka pada malam hari (sekitar pukul 10 malam) dan oleh pemilik rumah dibiarkan masuk dan ditangkap. Untuk seterusnya kukang akhirnya dipelihara selama kurang lebih 2 bulan dan diberi pakan setiap hari dengan buah pisang (dan apel). Kukang tersebut pernah ditawar oleh seseorang dari Jakarta untuk dibeli dengan harga yang cukup lumayan, namun oleh pasangan suami istri tersebut tidak diberikan karena mereka pernah diberitahu oleh seseorang bahwa hewan yang mereka temukan itu adalah hewan langka dan dilarang untuk diperjualbelikan.


Pemeriksaan secara klinis di lapangan menunjukkan kondisi kukang baru, secara keseluruhan cukup baik. Penilaian tersebut dilihat dari bentuk tubuh kukang yang cukup besar ukurannya (tidak terlalu gemuk atau kurus), kondisi bulu, serta kondisi gigi yang sangat bagus (gigi semua masih lengkap).


Selain team Rescue, juga ikut serta bagian edukasi. Mereka memberikan informasi mengenai satwa yang dilindungi terutama kukang kepada warga sekitar yang kebetulan ikut melihat dan juga membagikan selebaran (leaflet) tentang kukang agar nantinya warga bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan apabila menemukan satwa ini. Dan memang sebagian besar banyak yang tidak mengenal ataupun mengetahui seperti apakah kukang itu.


Seekor Kukang yang belum diberi nama tersebut, kini dalam perawatan “Animal Keeper” di dalam kandang karantina Pusat Rehabilitasi Satwa IAR Indonesia.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit