Melihat Lebih Dekat Program Pelatihan Komputer di Desa Penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

9 Mar 2021
Heribertus Suciadi

Melihat Lebih Dekat Program Pelatihan Komputer di Desa Penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

oleh | Mar 9, 2021

Untuk pertama kalinya, IAR Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi mengadakan program pelatihan komputer di dua desa yang merupakan desa penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, yaitu Desa Mawang Mentatai dan Desa Nusa Poring, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Program pelatihan komputer yang pertama kali dilakukan di wilayah ini, diintegrasikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan menyasar siswa-siswi Sekolah Dasar dan menengah serta anak putus sekolah. Kegiatan yang diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan ini bisa menjadi aktivitas tambahan positif, sehingga dapat mengalihkan anak muda dari kegiatan yang bersifat merusak alam seperti mencari kayu hutan secara illegal dan berburu satwa yang dilindungi.

Kelas komputer SD sedang fokus mempelajari komputer

Harapan ke depannya, anak dan remaja di kedua desa ini siap untuk menghadapi era digital secara baik dan benar, serta mampu menumbuhkan kapasitas siswa dan remaja putus sekolah di bidang informasi teknologi sehingga kedepannya mereka mempunyai keterampilan tambahan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Ketika tim IAR berkunjung untuk berkoordinasi tentang rencana kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, Bapak Drs. H. Joko Wahyono M.Si menyatakan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini dan menyatakan dukungannya terhadap program ini dengan menerbitkan Surat Rekomendasi Nomor: 420/148/DIKBUD.A kepada setiap UPT Satuan Pendidikan yang berada di Desa Nusa Poring dan Mawang Mentatai. Beliau mengatakan bahwa, “Kami sangat mendukung kegiatan ini dan akan mengarahkan para guru yang mampu mengoperasikan komputer untuk dapat membantu program ini serta guru yang belum mampu diharapkan turut serta mengikuti program ini,” ujarnya. “Kami juga meminta semua siswa yang masuk kriteria untuk mengikuti program ini,  dan kami akan memberikan sertifikat kepada siswa yang telah mengikuti pelatihan ini dengan baik hingga selesai, bahkan kedepannya untuk mendukung kegiatan ini kami akan mengusulkan program pembangunan ruang laboratorium komputer untuk tahun 2022,” jelasnya lagi.

Tim Edukasi IAR Indonesia membantu siswa menggunakan komputer

Kegiatan yang dimulai sejak 3 Februari 2021 ini difasilitasi IAR Indonesia diawali dengan menyediakan 10 unit laptop dan seperangkat genset, UPS, dan stabilizer. Di tahap awal, pelatihan ini akan memberikan dasar-dasar pengoperasian komputer dan penggunaan Microsoft Office seperti Word, Excel, dan Power Point. Kegiatan ini dan kegiatan lainnya seperti bidang pertanian dan perikanan serta konservasi, merupakan salah satu bentuk komitmen IAR Indonesia untuk ikut mendorong percepatan pembangunan Indeks Desa Membangun (IDM) yang merupakan program Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Sutarmidji SH,MH. Dan tentunya program ini dapat berlanjut, apabila semua pihak terkait memberikan dukungan dengan baik dan sungguh-sungguh, demikian penjelasan Direktur Program IAR Indonesia, Karmele L. Sanchez.

Melalui program keterampilan komputer ini, anak-anak dan remaja dapat mengembangkan pengetahuannya di bidang komputer sesuai dengan materi sekolah dasar dan menengah umum serta siap bersaing dalam mendapatkan pekerjaan di kemudian hari. Selain itu diharapkan juga mereka mampu untuk mengembangkan kemampuan dalam berpartisipasi melindungi satwa dan habitatnya dengan membuat materi konservasi seperti poster dan banner.

Keseruan siswa mempelajari komputer di kelas

Program ini merupakan rangkaian program pendidikan dan konservasi yang dilakukan oleh IAR Indonesia di Kabupaten Melawi dan Ketapang, Kalimantan Barat dengan tema “Pendidikan Untuk Dunia yang Lebih Baik.”

Pada akhir 2017 lalu, IAR Indonesia melakukan survei sosial dan pendidikan di Desa Mawang Mentatai dan Nusa Poring. Survei tersebut menemukan fakta bahwa masyarakat yang tinggal di dua desa penyangga ini masih sangat bergantung pada hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Dengan kondisi tersebut, potensi kerusakan alam akan meningkat apabila eksploitasi alam terus berlanjut tanpa terkendali. Karena itu pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat strategis untuk membantu masyarakat setempat keluar dari masalah sosial dan ekonomi yang hanya bergantung pada hasil kayu dari kawasan hutan.

”Banyak anak-anak kita yang tidak dapat bersekolah lagi karena pandemi. Di perkotaan dengan infrastruktur yang sudah maju, sekolah tatap muka dapat digantikan dengan sekolah daring, tetapi tidak demikian dengan anak-anak kami di areal ini. Pandemi yang dibayangi dengan akses yang sangat terbatas terhadap kemajuan teknologi sangat menghambat pendidikan di area ini. Sangat tidak adil kalau kita tidak memberikan kesempatan yang lebih baik bagi mereka,” ujar Karmele L. Sanchez. “Dengan program ini, kami berharap anak-anak di dua desa penyangga ini bisa memiliki masa depan yang lebih baik. Anak-anak yang sudah mulai mengikuti program ini sangat gembira mendapatkan kesempatan ini, dan kami lebih merasa bahagia lagi karena bisa melihat anak-anak ini belajar komputer untuk pertama kalinya. Kami yakin bahwa pendidikan adalah tumpuan untuk masa depan yang lebih baik dan anak-anak adalah masa depan kita dan masa depan dunia,” jelasnya lagi.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

7
Feb 23, 2024

Lowongan Kerja – Spesialis Manajemen Program – Bogor, Jawa Barat

DIBUTUHKAN SEGERA Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) adalah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang upaya penyelamatan, perlindungan dan konservasi satwa liar Indonesia, khususnya satwa primata, seperti orangutan, kukang, monyet ekor...

Artikel Terkait