Penjual Dua Bayi Orangutan di Pontianak Dijatuhi Vonis Ringan

Terdakwa pemilik sekaligus penjual primata dilindungi jenis Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) Asep Leman, dijatuhi hukuman delapan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Kota Pontianak, Rabu (03/01/2018) kemarin. Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sutarjo, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 5.000.000 yang jika tidak dipenuhi akan diganti dengan hukuman dua bulan kurungan.

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana “secara sengaja menyimpan, memelihara, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup,” katanya dalam persidangan. Hukuman yang dijatuhkan Hakim Sutarjo lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wiwik Anggraini, yakni sembilan bulan penjara.

Proses persidangan terdakwa AL di Pengadilan Negeri Pontianak, Rabu (03/01/2018). Foto: Istimewa
Proses persidangan terdakwa AL di Pengadilan Negeri Pontianak, Rabu (03/01/2018). Foto: Istimewa

Asep Leman dijerat dengan pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Selain itu, terdakwa telah mengakui perbuatannya yang tidak mendukung program pemerintah dalam pelestarian dan perlindungan satwa.

Berdasarkan dakwaan JPU, terdakwa AL diketahui menjual dua bayi orangutan pada tanggal 18 dan 20 Agustus 2017 kepada pedagang online berinisial TAR yang kini telah menjadi terpidana. Orangutan tersebut dijual seharga Rp 1.500.000 dan Rp 2.500.000. AL mengaku mendapatkan orangutan tersebut dengan membeli dari masyarakat di Kabupaten Melawi seharga Rp 1.500.000 dan Rp 500.000 dan menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan. (1/PSL)

 

 

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit