Penghargaan untuk Pahlawan Langit Biru Tanpa Asap

Penghargaan Pahlawan Langit Biru Tanpa Asap

Riuh tepuk tangan pecah di ruang pertemuan Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren Ketapang saat perwakilan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang, Adi Mulya memberikan penghargaan Petani Pemanfaatan Lahan Tanpa Bakar kepada Sujana. Pria parubaya ini merupakan petani asal Desa Sungai Awan Kiri, Delta Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat yang konsisten menjaga lingkungan.

“Pemberian penghargaan yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Orangutan Internasional ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam upaya pelestarian lingkungan,” ucap Benyamin, Manajer Edukasi dan Penyadartahuan IAR Indonesia.

Adi Mulya (kiri) saat memberikan penghargaan Pahlawan Langit Biru Tanpa Asap kepada Sujana (kanan) di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren Ketapang.
Adi Mulya (kiri) saat memberikan penghargaan Pahlawan Langit Biru Tanpa Asap kepada Sujana (kanan) di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren Ketapang. Rudiansyah/IAR Indonesia.

Dengan tema “Pahlawan untuk Langit Biru” yang diusung pada perayaan Hari Orangutan Internasional tahun ini, Benyamin mengungkapkan bahwa tema ini mengandung pesan kuat. Kebakaran hutan dan lahan selalu menjadi ancaman serius terhadap habitat orangutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Bahkan beberapa area pusat penyelamatan dan konservasi IAR Indonesia nyaris terbakar dalam kebakaran masif di sumatera dan kalimantan pada 2019 silam.

“Untuk itu, kami sangat menghargai para petani yang melakukan pemanfaatan lahan tanpa bakar. Sujana memperoleh penghargaan atas konsistensinya melakukan pemanfaatan lahan tanpa bakar sejak 1 dekade lalu,” tambahnya. Selain memberikan penghargaan, untuk mendukung pekerjaan Sujana, IAR Indonesia juga memberikan benih tanaman dan seperangkat alat pertanian.

Pemberian penghargaan ini dihadiri oleh Kapolsek Muara Pawan, perwakilan Camat Muara Pawan, Balai Penyuluh Pertanian Muara Pawan, staf Balai Taman Nasional Gunung Palung, Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kabupaten Ketapang, perwakilan Danramil 1203-12 Matan Hilir Utara, Kadus Pematang Merbau, Ketua RT 07 dan RT 10.

Untuk melibatkan kaum perempuan dan anak-anak, IAR Indonesia juga mengadakan lomba foto kontes ibu anak dan lomba video dakwah konservasi secara daring untuk kaum perempuan.

Perempuan-perempuan tangguh dari desa penyanggah kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.
Perempuan-perempuan tangguh dari desa penyanggah kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Selain memberikan penghargaan di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren dan mengadakan lomba secara daring, pada perayaan hari Orangutan Internasional ini IAR Indonesia juga melakukan kegiatan nonton bareng di beberapa tempat. Antara lain di Taman Baca Inovator di Desa Pematang Gadung, Sekolah adat Arus Kualan di Desa Balai Pinang, dan Pastoran Wisma Emaus di Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

Film yang disajikan adalah film mengenai kebakaran hutan dan Lahan tahun 2019, serta dua film mengenai orangutan berjudul Kisahku dan Masa Depan Rumahku yang menceritakan kehidupan orangutan bernama Peni dan film dokumenter mengenai perjuangan dan perjalanan pelepasliaran orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya berjudul Into the Wild.

Kegiatan nonton bareng yang mayoritas diikuti oleh anak-anak usia sekolah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa hutan dan satwa yang dilindungi sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan agar di masa depan kita dan anak cucu bisa menikmati keindahan alam serta dapat melihat satwa yang sudah hampir punah.

“Melalui perayaan IOD 2020 ini kita semua tentunya berharap agar dapat terus berkomitmen dan konsisten dengan perlindungan orangutan melalui edukasi yang baik dan benar agar seluruh lapisan masyarakat terus berperan aktif dalam perlindungan orangutan dan habitatnya,” pungkas  Benyamin

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Nawala IAR IndonesiaDapatkan yang Terbaru dari Kami

Mari berlangganan nawala kami untuk mendapatkan informasi menarik seputar penyelamatan satwa liar di pusat rehabilitasi kami.

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit