Mengenalkan Kukang Jawa di LATDAS PA (Latihan Dasar Pecinta Alam).

Memberikan edukasi kepada siswa Labschool
Oleh R. Huda
Pendidikan konservasi tidaklah harus dilakukan secara formal yaitu dalam lingkup sekolahan atau kampus dengan formalitas yang bisanaya terkesan kaku. Namun bisa juga dilakukan dalam suasana non formal. Hal ini biasanya akan lebih mudah diterima dan lebih “mengena” materi-materi yang disampaikan.
Tanggal 24 februari 2012, saat tim survey potensial habitat Kukang jawa di resort gunung salak II TNGHS, kebetulan ada rombongan dari Lab. School Kebayoran yang sedang melakukan kegiatan LATDAS PA.
“Ini moment yang bagus” kata kami.
Kemudian Kami menemui salah seorang yang terlihat senior menurut kami. Terlihat dari tampangnya “terlihat tua” he…….
Ternyata dia adalah Kawan dari Wanadri (bersama kawan-kawanya) yang sedang mendampingi siswa-siswa tersebut.
“Bos kami minta waktu sebentar untuk sharing Program IAR Indonesia  tentang konservasi Primata khususny Kukang jawa”. Ucap kami dengan gaya sok akrab.
Ok. Silahkan. Tetapi kami harus koordinasi dengan ketua kami dulu. Jawab bang Nanang, kawan dari Wanadri tersebut.
Kemudian setelah diskusi dengan ketua tim LATDAS kami di beri waktu yaitu pukul 21.00 wib untuk menyampaikan materi.
Malampun dating, kabut dingin turun dengan tetesan air bak salju menempel di rambut, baju menjadi putih bening mengkilat.
Dingin menusuk, kopi panas dihidangkan didepan kami yang sedang memberikan materi. Sepatah, duapatah kata dan seteguk kopi  menjadikan suasana hangat. Sehangat diskusi yang sedang berlangsung.
Pertanyaanpun mengalir deras hingga akhirnya kami diingatknan oleh panitia. Dengan berbisik lirih “maaf mas, waktunya habis, soalnya masih ada satu materi lagi dari kami” kata coordinator acara.
Tanggal 10 Maret 2012, saat monitoring Kukang Jawa hasil pelepasliaran IAR Indonesia di Cihideng, kami juga bertemu dengan rombongan  Pecinta alam yang sedang melakukan LATDAS di kawasan TNGHS yaitu dari MAN 4 Jakarta. Kami juga meminta waktu kepada pendamping kegiatan (pak guru) yaitu pak Ghozali.
“Silahkan mas. Kami juga sangat berterima kasih karena IAR Indonesia telah memberikan pengetahuan tentang konservasi primate khususnya kukang jawa. Dan kami masih sangat awam dengan hal tersebut.” Kata pak Ghozali dengan penuh keterbukaan menyambut kami.
Dua organisasi lagi yang terdiri dari anak-anak muda kini telah mengetahui dan mengenal kukang jawa. Namun masih banyak lagi masyarakat yang belum mengetahuinya. Semoga dengan pengenalan-pengenalan terhadap generasi muda ini akan tercipta kader-kader konservasi (khususnya kukang jawa) dan akan membantu melestarikannya.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit