Mengenal 3 Jenis Orangutan Dilindungi di Indonesia

orangutan kalimantan shila surya

Hewan orangutan sering kita dengar dan lihat di berbagai media, mulai dari televisi, media cetak, hingga internet. Orangutan merupakan hewan endemik Indonesia. Mereka termasuk ke dalam kelompok primata, bersama dengan monyet, kukang, tarsius, dan owa. Mereka biasa ditemukan di dalam jantung hutan hujan tropis negara Indonesia.

 

Nama “orangutan” ini berasal dari bahasa Melayu “orang” yang berarti manusia dan “utan” yang berasal dari kata hutan. Dengan kata lain makna harfiah dari satwa ini adalah manusia hutan. Memang perawakan dan wajahnya kurang lebih mirip dengan manusia. Hanya saja, orangutan memiliki warna rambut yang berbeda dan tubuh yang lebih kecil dari manusia.

 

Di samping keunikan tersebut, binatang langka ini rupanya termasuk ke dalam kelompok satwa dilindungi. Perburuan liar dan habitat yang berkurang menyebabkan satwa mengagumkan ini memiliki jumlah yang tinggal sedikit di alam.

 

Di seluruh dunia hanya terdapat 3 jenis orangutan. Seluruhnya merupakan endemik atau asli Indonesia. Hal ini seharusnya membuat kita bangga karena memiliki keragaman biodiversitas. Namun, di samping itu binatang mengagumkan ini rupanya termasuk ke dalam kelompok satwa dilindungi. Perburuan liar dan habitat yang berkurang menyebabkan satwa ini memiliki jumlah yang tinggal sedikit di alam dan menjadi langka.

 

Perlu adanya upaya konservasi yang giat mengenai pelestarian orangutan. Supaya kita dapat lebih mudah dalam membantu upaya konservasi orangutan, mari kita simak 3 jenis orangutan yang berada di Indonesia. Ada jenis-jenis apa saja, sih, orangutan itu?

 

1. Orangutan Sumatra (Pongo abelii)

orangutan sumatra bergelantung

Orangutan sumatra hendak mengambil buah di pepohonan. (Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia)

Orangutan ini adalah orangutan yang berasal dari bagian utara Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Utara. Mereka memiliki rambut berwarna merah cerah, mudah dibedakan dari jenis primata yang lainnya. Ukuran tubuh dari orangutan sumatra ini bisa mencapai 1,7 meter dan beratnya bisa mencapai 90 kg. Lumayan, besar juga, ya.

Mereka memiliki kebiasaan makan yang cukup unik. Dibandingkan dengan jenis-jenis orangutan yang lain, mereka cenderung menyukai buah-buahan (frugivor) dan serangga (insektivor). Mereka terkadang juga memakan telur burung atau mamalia kecil lainnya. Mereka juga merupakan hewan yang pintar. Orangutan sumatra pernah teramati menggunakan alat untuk mencari makanan, seperti menggunakan ranting untuk mencongkel buah-buahan atau mengorek sarang rayap.

 

2. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)

orangutan kalimantan shila surya

Orangutan kalimantan bernama Shila dan anaknya Surya yang diberi nama oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar. (Foto: Heribertus Suciadi)

Orangutan kalimantan, seperti namanya, berasal dari Pulau Kalimantan. Mereka tersebar di berbagai daerah dari pulau ini mulai dari bagian selatan pulau hingga bagian utaranya, bahkan hingga ke negara Malaysia. Mereka memiliki warna rambut yang sedikit berbeda dengan orangutan sumatra. Rambut dari orangutan kalimantan berwarna lebih coklat daripada orangutan sumatra. Ukuran tubuhnya juga lebih besar daripada orangutan sumatra. Orangutan kalimantan ini bisa memiliki ukuran tubuh 1,2-1,7 m dan berat 50-100 kg untuk jantannya, serta 1-1,2 m dan berat 30-50 kg untuk betinanya.

Orangutan kalimantan memiliki kebiasaan hidup yang berbeda juga dari orangutan sumatra. Mereka dikenal lebih penyendiri, artinya orangutan kalimantan terlihat lebih jarang berkumpul ketimbang orangutan sumatra. Orangutan kalimantan memiliki kebiasaan makan yang mirip dengan orangutan sumatra. Makanannya cukup beragam, mulai dari buah-buahan seperti buah ara dan durian, dedaunan, biji-bijian, bunga, hingga serangga dan mamalia kecil lain seperti kukang.

 

3. Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis)

orangutan tapanuli bersama anaknya

Orangutan tapanuli bersama dua anak kembarnya. (Foto: YEL-SOCP/Andayani Ginting)

Orangutan tapanuli adalah orangutan yang paling terakhir ditemukan. Mereka baru saja ditetapkan oleh peneliti sebagai spesies tersendiri, terpisah dari orangutan sumatra pada tahun 2017 lalu. Orangutan tapanuli tersebar di suatu wilayah di Pulau Sumatra, tepatnya di hutan bagian selatan Danau Toba. Orangutan ini adalah orangutan terlangka yang ada di Indonesia.

Berbeda dengan orangutan lainnya, wajah orangutan ini memiliki bentuk yang lebih kecil, lebih pipih, dan lebih lebar daripada kedua jenis orangutan yang lain. Orangutan tapanuli juga berambut lebih tebal daripada saudaranya orangutan sumatra maupun orangutan kalimantan. Orangutan ini dapat memiliki ukuran tubuh mencapai 137 cm dan berat 70-90 kg untuk jantan, serta 110 cm dan berat 40-50 kg untuk betina.

 

 

Itulah pengenalan ketiga orangutan asli Indonesia. Jangan sampai hewan khas negara ini menjadi punah karena kita tidak merawatnya dengan baik. Oleh karena itu, mari kita jaga lingkungan kita, terutama hutan alami, supaya para hewan mengagumkan ini bisa tetap hidup lestari di Indonesia.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

The Day You Went Away

Duh kok sedih sih? Nggak kok, nggak sedih, justru happy Lho kok? Iya, jadi gini, Mei dan Juni lalu Balai

Kukang Suga dibersihkan bulunya sebelum diberi bantuan medis

Menyelamatkan Suga si Kukang

Kukang ini Bernama Suga. Ia datang di pusat rehabilitasi kami dengan keadaan penuh luka di bagian wajah dan lengannya. Begitu

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit