Melalui Nipah dan Pandan, Mereka Merawat Alam

Di tengah ketenangan siang hari itu, tampak Rahmah tengah duduk bersimpuh di beranda rumah. Di lantai tampak terhampar daun-daun nipah kering berwarna cokelat dan beberapa kantung dari bahan-bahan nipah tersebut. Rahmah tampak tekun menjalin daun-daun itu sambil bercerita bahwa ia mulai melakukan kegiatan ini sekitar pertengahan Februari 2021. “Lumayan, dengan membuat kantung-kantung ini saya ada tambahan rezeki. Alhamdullilah, bisa membantu ekonomi keluarga saya,” ujarnya.

Rahmah adalah satu dari 25 ibu-ibu di Desa Pematang Gadung yang dilibatkan oleh International Animal Rescue (IAR) Indonesia di Ketapang, Kalimantan Barat, untuk membuat kantung-kantung penanaman benih pohon (ecopolybag) dari bahan nipah. Bahan ini dipilih selain karena mudah didapatkan – nipah merupakan tanaman liar yang banyak bertumbuh di daerah Pematang Gadung dan sekitarnya – juga lebih ramah lingkungan karena mudah terdaur ulang di tanah.

Keterlibatan ibu-ibu ini merupakan bagian dari program IAR Indonesia yang dipersembahkan bagi kaum perempuan. Di kebanyakan daerah tempat IAR Indonesia berkegiatan, kami mendapati bahwa keberadaan para perempuan sangat esensial bagi keterlibatan masyarakat. Perempuan di daerah-daerah ini masih menjalani fungsi-fungsi penting dalam keluarga. Selain sebagai istri, mereka juga merupakan ibu yang berperan penting dalam mengatur keuangan keluarga dan pendidikan anak. Dengan melibatkan kaum perempuan terutama para ibu, kami berharap mereka ikut memiliki wawasan baik dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Untuk itulah, dalam program pembuatan kantung-kantung nipah ini, kami memilih para ibu yang berasal dari keluarga tidak mampu atau ibu-ibu yang sudah menjadi orangtua tunggal. Dengan pekerjaan pembuatan kantung ini, diharapkan mereka memiliki pemasukan tambahan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sejak program ini dimulai pada pertengahan Februari lalu kami telah memesan kantung-kantung nipah ini dari 25 ibu di desa hingga sejumlah 10.000 buah senilai Rp 40 juta. Untuk satu kantung nipah, kami beli dengan harga Rp 4.000.

Program pembuatan kantung berbahan dasar alam ini juga masih menjadi bagian dari kegiatan pembibitan pohon yang kami lakukan di Desa Pematang Gadung yang sejak tahun 2017 sudah melibatkan ibu-ibu setempat. Bibit-bibit pohon ini kemudian kami tanam di hutan yang berada di sekitar Desa Pematang Gadung.

Selain di Desa Pematang Gadung, kami juga telah melibatkan ibu-ibu di Desa Mawang Mentatai dan Nusa Poring yang total hingga saat ini sudah ada 72 ibu yang terlibat untuk membuat 3000 kantung berbahan dasar tanaman. Berbeda dengan ibu-ibu di Desa Pematang Gadung yang menggunakan daun nipah, ibu-ibu di dua desa penyangga TNBBBR ini menggunakan daun pandan duri yang ada di halaman rumah mereka masing-masing-masing. Hingga saat ini, total 13.000 kantung telah kami pesan dari ibu-ibu di Pematang Gadung dan daerah di TNBBBR untuk digunakan dalam program restorasi.

Dalam skala yang lebih kecil, IAR Indonesia juga mendampingi ibu-ibu dalam pembuatan kantung-kantung ini di desa Sungai Putri. Dari September 2020, terlibat 13 perempuan dalam pembuatan ecopolybag dari daun pandan. Sejauh ini, mereka telah  menghasilkan 300 ecopolybag kecil, 110 berukuran sedang, dan 70 buah berukuran besar. Untuk ukuran kecil, mereka menggunakannya sendiri untuk dipakai menyemai tanaman budidaya mereka, sedangkan yang berukuran sedang dan besar, mereka jual.

Sejak menjalankan kegiatan ini, masyarakat terutama kaum perempuan memperlihatkan dukungan positif. Mereka mendapatkan penghasilan tambahan dengan melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah sehingga mereka masih bisa mengelola waktu untuk mengurus keluarga dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Selain itu, bahan baku dari ecopolybag ini juga mudah didapatkan, yaitu ada di lingkungan rumah dan desa mereka. Dengan cara ini, kami sekaligus menjalankan salah satu misi edukasi tentang merawat bumi dan alam seisinya dengan menggunakan bahan-bahan alam yang mudah terdaur ulang.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit