KLHK Sebut Cirebon Jadi Wilayah Transit Perdagangan Satwa Liar

sumber: news.okezone.com

jurnalis: Dwi Ayu Artantiani

CIREBON – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut Cirebon merupakan daerah transit perdagangan satwa liar. Hal ini terindikasi dari diamankannya 18 kukang primata yang dilindungi di Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kasubdit Pencegahan dan Pengamanan Hutan wilayah Jawa Bali KLHK, Ahmad Pribadi, menuturkan 18 kukang yang terdiri atas 16 kukang dewasa dan dua kukang remaja didapatkan dari pelaku berinisial AJ (24) warga Desa Pegagan, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, yang diduga sebagai pedagang online satwa liar.

“Pelaku kini masih dalam proses penyelidikan,” terangnya, Jumat (20/1/2017).

Menurutnya, dari jumlah kukang yang diamankan, diduga ada jaringan lainnya. Pasalnya, pelaku tidak mungkin bekerja sendiri. Untuk kerugiannya bisa dihitung dari Kukang yang dipelihara selama satu tahun jika dilepaskan lagi untuk 1 hingga 5 ekor bisa mencapai Rp100 juta untuk rehabilitasi kukang selama 6 bulan.

“Cirebon merupakan salah satu daerah transit perdagangan satwa liar. Misalnya satwa liar itu datang dari timur yang kemudian akan disuplai ke wilayah barat ke Bandung, Jakarta, dan daerah lainnya,” papar Ahmad.

Untuk ke depannya, pihaknya akan bekerja lebih giat untuk meningkatkan pengawasan kejahatan satwa liar. Akibat perbuatannya, pelaku terjerat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

“Kukang ini binatang yang cepat stres. Jadi, untuk penanganannya kami dibantu Yayasan Lingkungan Hidup. Selanjutnya kukang ini akan dititipkan di lembaga konservasi karena terlihat masih liar sekali namun setelah adanya arahan dari kejaksaan. Kemudian akan kami lepaskan ke alam bebas kembali,” paparnya.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit