Kesempatan yang kecil bagi kukang tak bergigi

Oleh IHp_Edukasi
Kukang, primata malam yang lucu ini banyak diperjualbelikan di pasar-pasar hewan saat ini. Meskipun tahu bahwa tidak boleh menjual kukang, para pedagang tidak malu-malu lagi, mereka memajang kukang di depan toko, pinggir-pinggir jalan bahkan di lampu merah.
Karena penampakannya yang lucu, banyak orang yang memeliharanya tanpa tahu penderitaan yang dialami oleh kukang-kukang tersebut. Agar terlihat jinak gigi taring kukang tersebut dipotong menggunakan gunting kuku atau dicabut dengan tang tanpa menggunakan obat bius (bisa anda bayangkan betapa sakitnya itu). Tidak jarang ada yang mengalami luka dan infeksi namun biasanya dibiarkan oleh pedagang sehingga tidak sedikit juga yang mati.
Jika ada diantara anda yang memiliki kukang di rumah mungkin dapat anda lihat apakah kukang anda masih memiliki gigi taring atau tidak. Jika tidak berarti kukang tersebut telah mengalami kejadian yang sangat menyakitkan bagi dirinya.
Di pusat rehabilitasi kukang di YIARI Ciapus saat ini terdapat sekitar 80% kukang yang tidak memiliki gigi taring dan itu berarti ada sekitar 80% kukang yang tidak dapat kembali ke alam liar.
Mengapa begitu?
Kukang tak bergigi tidak dapat bertahan hidup di alam, selain untuk pertahanan gigi taringnya juga digunakan untuk mencari makan, jadi jika gigi tersebut tidak ada bagaimana mereka akan bisa bertahan hidup?
Perdagangan kukang adalah penyebab utama kukang tidak bergigi taring, oleh karena itu kami menghimbau anda untuk tidak membeli kukang (meskipun anda merasa kasihan). Secara logika, jika kukang tidak lagi laku maka pedagang tidak akan meminta pemburu untuk memburunya lagi dan tidak akan ada lagi kukang tak bergigi.
STOP PEDAGANGAN KUKANG
JANGAN MEMBELI KUKANG!!  

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit