Kabar Bahagia, Orangutan “Laksmi” Kembali Melahirkan di TN Bukit Baka Bukit Raya

1 Feb 2023
Admin YIARI

Kabar Bahagia, Orangutan “Laksmi” Kembali Melahirkan di TN Bukit Baka Bukit Raya

oleh | Feb 1, 2023

Kabar gembira kembali kita terima dalam konservasi orangutan di Kalimantan Barat. Orangutan betina hasil rehabilitasi bernama “LAKSMI” kembali melahirkan 1 (satu) individu bayi orangutan dengan selamat di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) pada awal tahun 2023, tepatnya di lokasi pelepasliaran di Teluk Ribas Resort Mentatai, SPTN Wilayah I Nanga Pinoh, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Perkembangan kondisi Orangutan yang menggembirakan ini merupakan salah satu parameter terselenggaranya dengan baik Program Konservasi Orangutan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Cq. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, melalui kegiatan reintroduksi orangutan ke habitat alaminya yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) didukung oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Ketapang.

Informasi kelahiran bayi orangutan dari indukan “LAKSMI” diperoleh dari saudara Gregorius (Kepala Camp Monitoring Orangutan Teluk Ribas) bersama tim monitoring. Hingga saat ini kondisi bayi terus dilakukan pemantauan dan sedang diupayakan mendekati sang induk dalam rangka memastikan kesehatan sang induk pasca melahirkan dan jenis kelamin bayi orangutan. Beberapa bulan belakangan,  “LAKSMI” memang terpantau dengan kondisi perut agak membesar dan diduga sedang hamil. Namun belum sempat mendapat pemeriksaan medis, “LAKSMI” sempat hilang dari pemantauan. Pada tanggal 25 Januari 2023, “LAKSMI” muncul dengan membawa anak dan terpantau oleh Tim Monitoring dalam keadaan sehat.

Kelahiran satu individu orangutan ini menambah daftar panjang kelahiran orangutan secara alami di dalam kawasan TNBBBR. Kelahiran bayi orangutan ini merupakan anak ke-2 dari “LAKSMI” yang dilahirkan di alam. Sebelumnya “LAKSMI” juga menyumbangkan generasi baru orangutan betina pada awal Oktober 2021 dan oleh Wakil Menteri LHK, Dr. Alue Dohong diberi nama “LUSIANA”.  Sebelumnya, pada awal November 2019 orangutan bernama “SHILA” yang dimonitoring setiap hari sejak pelepasan juga terpantau melahirkan bayi orangutan berjenis kelamin jantan yang kemudian diberi nama “SURYA” oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya.  Kesuksesan ini berulang ketika pada Juni 2020, orangutan hasil rehabilitasi bernama “DESI” melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin betina, dan oleh Menteri LHK diberi nama “DARA”.

Laksmi terpantau sedang menggendong anak yang baru dilahirkannya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (Dok: Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya)

Kehadiran generasi-generasi baru orangutan ini menumbuhkan semangat dalam upaya konservasi serta keyakinan bahwa populasi orangutan khususnya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dan di seluruh kawasan habitat orangutan Provinsi Kalimantan Barat akan terus terjaga dan bertambah. Kelahiran mereka menjadi sangat penting dan bersejarah karena menjadi kebanggaan atas keberhasilan program rehabilitasi orangutan di Indonesia. Keberhasilan program penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran dan monitoring orangutan ini tidak hanya berhasil membuat “LAKSMI” bahagia hidup bebas kembali dan berkembang biak di habitat alaminya, namun juga menjadi wujud kesuksesan Kementerian LHK bersama para pihak dalam menjaga kelestarian spesies orangutan di Indonesia pada umumnya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, RM. Wiwied Widodo, S.Hut., M.Sc. menyampaikan, “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan ikut berperan aktif dalam upaya perlindungan dan pelestarian orangutan. Keberhasilan ini menjadi wujud komitmen dan keseriusan Pemerintah dalam upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia”.  RM. Wiwied Widodo menambahkan bahwa Kementerian LHK  cq. Direktorat Jenderal KSDAE akan terus mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak yang serius berkomitmen membantu upaya konservasi. Terimakasih atas kerja keras Bapak Kepala Balai TN. Bukit Baka Bukit Raya beserta jajaran dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia ( YIARI) atas komitmen membantu pemerintah dalam Konservasi Orangutan.

Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Andi Muhammad Kadhafi, S.Hut., M.Si. turut menyampaikan, “Kawasan TN Bukit Baka merupakan habitat yang sesuai dan cocok bagi orangutan. Hal ini dapat kita lihat dari individu-individu orangutan yang telah melewati proses rehabilitasi dan pelepasliaran, dapat menjadi individu yang kembali mempunyai kehidupan liar serta beradaptasi untuk bertahan hidup dan berkembang biak secara alami “.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Sumber: Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Kabar YIARI

7
Nov 30, 2023

Mengenal Ragam Ekosistem Satwa Liar di Indonesia

Halo Sobat #KonservasYIARI! Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Selain itu Indonesia kaya akan ragam ekosistem satwa liar mulai dari daratan hingga perairan.  Keanekaragaman ekosistem di Indonesia beriringan pula dengan...

7
Nov 29, 2023

Ketahui 4 Langkah Bijak ketika Bertemu Orangutan Liar

Halo, Sobat #KonservasYIARI! Bertemu dengan orangutan liar mungkin dapat menjadi pengalaman yang unik dan langka. Namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik antara manusia dengan orangutan ketika bertemu baik secara sengaja, maupun tidak sengaja. Seperti...

7
Nov 28, 2023

3 Perbedaan Penangkaran dan Pusat Rehabilitasi Satwa Liar

Halo Sobat #KonservasYIARI. Seberapa sering kah mendengar kalimat yang berhubungan tentang kelestarian satwa? Jika sering, pasti kalian juga mengetahui kata penangkaran dan rehabilitasi ketika membahas perlindungan satwa. Nah, sudah tau belum apa perbedaan antara...

7
Okt 31, 2023

Perilaku Langka, Orangutan Kalimantan Makan Kukang

Halo Sobat #KonservasYIARI! Orangutan merupakan satu-satunya kera besar yang berada di Asia lho! salah satunya di Indonesia.  Namun orangutan banyak dikenal sebagai primata yang berasal dari Pulau Kalimantan atau Borneo saja. Padahal habitat orangutan di...

Artikel Terkait