Ini Nih Salah Satu Hal yang bikin Orangutan Istimewa dan Langka

Ada yang istimewa tapi bukan delman. Apa tuh? Kelahiran bayi orangutan kalimantan yang jaraaaang banget terjadi!

 

Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), seperti yang kita ketahui, adalah satwa endemik Pulau Kalimantan yang saat ini menyandang status critically endangered dalam IUCN Red List. Keterancaman populasi yang dimiliki oleh orangutan kalimantan ini besar kaitannya dengan tingkat reproduksinya yang surprisingly rendah banget.

 

Kenapa tingkat reproduksinya rendah?

 

Individu jantan spesies ini memiliki kematangan seksual dan kesiapan untuk kawin pada usia 18 sampai 20 tahun. Sedangkan pada individu betina, kematangan seksual dicapai pada usia 12 sampai 15 tahun. Mirip-mirip sama manusia ya? Hehehe. Selain itu, peristiwa kawin antara jantan dan betina juga tidak berlangsung dengan mudah, lho!

 

Tidak mudah gimana tuh?

Menurut penelitian Delgado RA (2010) dan Van Schaik (1999), orangutan kalimantan merupakan satwa yang cenderung bersifat soliter dan memiliki sistem organisasi sosial yang berbeda dengan primata lain yang pada umumnya hidup secara berkelompok. Oleh karena itu, seekor pejantan harus melakukan sejumlah persaingan dan perselisihan dengan individu jantan lain pada wilayah di sekitarnya untuk bisa mendapatkan betina. So, mereka tuh kompetitif banget, Sob!

Orangutan Jantan (Kanan) dan Orangutan Betina (Kiri) (Rudiansyah | IAR Indonesia)

Lalu selain itu, apa lagi yang bikin lama?

 

Panjangnya proses yang harus dilewati untuk melakukan perkawinan, membuat peristiwa kelahiran individu baru dari spesies ini menjadi hal yang jarang terjadi dan dianggap istimewa. Induk orangutan akan mengandung anaknya selama 8 bulan lamanya. Kemudian setelah melahirkan individu baru, betina akan fokus untuk merawat anaknya hingga berusia remaja (6 sampai 9 tahun) dan dirasa cukup mandiri untuk bisa bertahan hidup sendiri.

 

Dalam masa merawat anaknya pula, betina akan melakukan jeda pada perilaku seksual agar tidak mengandung dan melahirkan anak lain. Keren, hats off deh buat pengorbanan ibu orangutan! Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh betina untuk mengandung dan melahirkan individu baru, juga menjadi faktor atas rendahnya natalitas yang terjadi pada spesies orangutan kalimantan.

 

Pernah nggak sih orangutan yang direhabilitasi melahirkan anak?

 

Pernah dong! Sebagai mitra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, IAR Indonesia turut mendukung dalam pelepasliaran orangutan kalimantan hasil rehabilitasi yang kemudian berhasil beradaptasi kembali dan bertahan hidup dengan baik di habitat aslinya. Orangutan yang dilepasliarkan berhasil melakukan kawin dan melahirkan individu baru!

Shila dan Surya (Heribertus Suciadi | IAR Indonesia)

Ini nih orangutan betina bernama Shila yang berhasil melahirkan seekor bayi jantan menggemaskan yang diberi nama Surya pada November 2019. Ada pula orangutan bernama Desi dan anak betinanya yang diberi nama Dara oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya. Dara lahir dengan waktu yang tidak jauh berbeda dari Surya, di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan Barat. Kedua bayi orangutan ini berhasil lahir di lokasi dengan populasi orangutan yang sebelumnya belum terlalu banyak, lho!

Susi dan Sinar (Heribertus Suciadi | IAR Indonesia)

Selain mereka, ada juga Susi yang juga sudah resmi menjadi orangtua dari bayi bernama Sinar yang lahir di wilayah Gunung Tarak, Kalimantan Barat. Yang terakhir, Laksmi dan buah hatinya dengan nama Lusiana yang lahir di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) pada Oktober 2020. Gemes banget kan???

 

Semoga Surya, Sinar, Lusiana, dan Dara tumbuh jadi anak yang baik dan berbakti sama orangtua, yaa!

 

Alfatheya Diva

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit