Ibu dan Anak Orangutan Dilepas ke Taman Nasional Gunung Palung

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) bekerjasama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Ketapang, melepas induk betina dewasa dan anak orangutan. Kegiatan pelepasan ini dilakukan di Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, Kabupaten Kayong Utara, pada Senin (4/4).

Orangutan yang dilepas adalah Mama Nam dan bayinya yang diselamatkan dari perkebunan karet milik warga di Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Januari silam.

Ketika diselamatkan kondisi Mama Nam sangat memprihatinkan, tubuhnya kurus kering dengan tulang-tulang yang menonjol. Tim medis memperkirakan sudah beberapa hari dia tidak makan, karena hutan sudah habis terbakar.

Tim penyelamat memutuskan membawanya ke Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orangutan YIARI di Ketapang untuk mendapatkan perawatan sebelum dipindahkan ke hutan yang layak.

“Sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum mengembalikan mereka ke habitatnya,” ujar Dokter Hewan Ayu Budi Handayani, Manager Animal Care YIARI.

Setelah menjalani rehabilitasi selama hampir tiga bulan di Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orangutan di Ketapang, Tim Medis menyatakan Mama Nam dan bayinya sudah cukup bagus keadaanya untuk dikembalikan ke habitatnya.

“Kondisi fisik Mama Nam dan bayinya sudah bagus, berat badannya sudah ideal dan mereka terlihat bugar,” jelas Dokter Hewan Ayu Budi Handayani.

Ini adalah keempat kalinya BKSDA dan YIARI Ketapang melakukan kegiatan pelepasliaran di TNGP. Sebelumnya, pada bulan Februari 2015 lalu, enam individu orangutan dilepaskan di kawasan Batu Barat, menyusul pelepasan tiga individu dikawasan Batu Barat pada bulan Juni 2015 silam dan pelepasan enam individu orangutan di resort Riam Berasap bulan November 2015 lalu.

Total ada 17 individu orangutan yang telah dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Pelepasliaran ini dihadiri juga oleh Kepala Balai TNGP, Dadang Wardhana.

“Dengan dilepasliarkannya orangutan di kawasan TNGP diharapkan kehidupannya lebih terjamin, karena kondisi hutannya relatif masih bagus dan statusnya merupakan kawasan konservasi yang dilindungi,” ungkap Dadang Wardhana.

Menurut Dadang Wardhana, kerjasama dan partisipasi semua pihak perlu terus ditingkatkan untuk melindungi populasi serta habitat orangutan dan satwa liar lainnya, baik di kawasan TNGP maupun di hutan yang merupakan daerah penyangga TNGP.

Sumber: http://thetanjungpuratimes.com/2016/04/06/ibu-dan-anak-orangutan-dilepas-ke-taman-nasional-gunung-palung/

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit