Have You Done Something for Your Earth?

Hemmm…not much sih. Btw, kenapa nih tiba-tiba ngomongin soal bumi?

Gini, kan 5 Juni lalu kita ngerayain Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Nah, karena tema tahun ini Restorasi Ekosistem, Yayasan IAR Indonesia ngadain acara spesial nih sob.

Wih jadi penasaran. Acaranya apaan sih?

Kami ngajakin adik-adik pelajar SMK Negeri 1 Matan Hilir Utara di Ketapang Kalimantan Barat, untuk nanam pohon sama ngebersihin sampah plastik di Desa Sungai Besar yang terletak di Kecamatan Matan Hilir Selatan di Ketapang. Seru lho acaranya, ada 110 murid dari kelas X yang ikutan nanem bibit pohon di halaman sekolah mereka ini. Kan halaman sekolah mereka luas banget tuh, tapi sayangnya masih gersang.

Nah, kebetulan nih pas banget kan sama tema Hari Lingkungan Hidup yang ngangkat soal restorasi. Apalagi sesuai dengan mandatnya PBB nih, Restorasi Ekosistem itu bisa ditunjukkan dengan berbagai cara, dari nanam pohon, penghijauan di tempat tinggal kita, bikin taman-taman sekitar kita lebih hijau, ngubah pola makan kita jadi lebih sehat, dan ngebersihin sungai dan pantai. PBB juga ngasih saran nih supaya kegiatan restorasi ini banyak ngelibatin anak muda.

 

 

Ih keren banget… terus gimana sih ceritanya bisa kolaborasi ama sekolah ini?

Nah ini juga ada ceritanya nih. Jadi kami kan sering nih ngajak temen-temen pelajar buat jadi relawan untuk kegiatan dan program-program kami, terus pas kami main ke sekolah ini, kepala sekolah SMK Negeri 1 Matan Hilir Utara tertarik nih bikin kegiatan kolaborasi. Selain karena tujuannya baik, kebetulan sekolah ini sedang berupaya jadi sekolah adiwiyata.

Wah, sekolah adiwiyata nih apa ya?

Gelar ‘Sekolah Adiwiyata’ ini diberikan buat sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Ada program-programnya nih sob buat sekolah untuk bisa dapat gelar ini. Itu ada ketentuannya, ngikutin Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 5 Tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan program Adiwiyata.

Terus nih, program ini biasanya dilaksanakan dengan berdasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Nah, biasanya nih, suatu sekolah yang sudah bikin program dengan tiga prinsip utama  ini, bisa dapat gelar Adiwiyata karena dianggap berhasil jadi tempat buat pelajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta norma dan etika bagi siswa-siswinya untuk menjadi dasar bagi terciptanya kesejahteraan.

Oh paham-paham. Terus apa saja bibit pohon yang ditanam?

Banyak, ada bibit kaliandra, durian, gandaria, sama belimbing darah. Totalnya sekitar 70-an bibit yang udah ditanam mereka. Pengennya sih nantinya pohon-pohon ini akan tumbuh besar dan subur, sekolah kan jadi adem tuh, mau belajar atau main sambil belajar jadi enak banget tuh. Lagian kalau ada pohon buah gitu kan yang ngerasain manfaatnya gak cuma kita manusia, tapi hewan-hewan pun bisa ikuta juga dapet manfaatnya.

Mereka bisa makan buahnya, bikin sarang juga boleh banget. Asik banget kan kalau pagi-pagi di sekolah belajar sambal dengerin kicauan burung di alam? Nambah konsentrasi banget tuh kalau lagi ngerjain ulangan.

 

 

Wiiih, asik yak. Bayanginnya aja udah adem nih. Guru-gurunya pada ikutan gak?

Ya jelas ikut dong, kepala sekolahnya langsung yang memimpin kegiatan. Kepala sekolah SMKN 1 Matan Hilir Selatan, Pak Israel Tangel ini bilang juga kalau harusnya kegiatan pelestarian lingkungan bukan hanya dilakukan oleh lembaga atau organisasi tertentu saja, akan tetapi semua pihak harus terlibat aktif termasuk unsur-unsur pendidikan seperti guru dan pelajar di sekolah. Masuk akal banget kan? Emang seharusnya kegiatan pelestarian dilakukan oleh semua orang, kan semua orang juga butuh udara bersih buat hidup yang nyaman.

Got it. Kalau yang dari IAR sendiri siapa aja yang ikut?

Dari IAR sendiri, selain menerjunkan tim edukasi dan penyadartahuan, ada Mba Rahmanita, Manager HRD. Kalau dia sih bilangnya dari dulu pengen banget ngajakin semua orang untuk lebih peduli dengan lingkungan, melakukan aksi kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan melakukan penanaman pohon. Menurutnya, kondisi lingkungan yang dirasakan sekarang adalah warisan generasi terdahulu sehingga apabila lingkungan ini dititipkan dalam keadaan baik, maka kita juga harus mengembalikan untuk generasi ke depan juga dalam keadaan baik.

Mantap! Lain kali ajakin kita ya ikut acara kayak gini

Beneran ikut ya next time. Kalau mau tahu acara-acara kami, sering-sering cek website dan akun medsos kami ya sob, siapa tahu ada yang deketan sama lokasi kamu.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit