Ely Nangis Berpisah dengan Josh , Evakuasi Orangutan

http://www.pontianakpost.com/ely-nangis-. Bocah itu erat memeluk Josh. Memang mengharukan. Tetapi, bagaimana pun keduanya harus dipisah. Josh adalah anak orangutan yang memang sudah karib. Ely, bocah 2 tahun itu sedih jika harus berpisah dengan Josh yang selama ini jadi sahabatnya.

YA, hubungan keduanya karib. Apalagi, Ely dan Josh seusia. Ely hanya lebih tua dua bulan dari Josh di bayi orangutan itu. Keduanya berinteraksi tiap hari, dan menjadi ‘’teman’’ sepermainan. Ely pun tak menyangka, kalau kemarin adalah hari terakhir dia bisa bermain dengan Josh. Sebab, teman karibnya itu harus dibawa ke rehabilitasi kemudian ketika sudah siap baru dilepasliarkan.

Meski dengan keharuan, akhirnya Josh pun berhasil dievakuasi dari rumah milik warga di RT 13, Dusun Panca Bakti, Desa Parit Baderi, Kecamatan Teluk Batang, Kayong Utara. Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ketapang, dengan dibantu Biak OU( Anak Orangutan) di Kayong Utara serta Siswa Pencinta Alam (Sispala) Gespala SMA N 1 Seponti Jaya, Selasa(5/1)kemarin.

Ely sedikit panik saat mereka petugas rehabilitasi yang berjumlah 8 orang itu, masuk ke rumahnya. Ely menangis tatkala Josh direnggut dari pelukannya.

Ayah dari Ely, Muhammad Dahlan (45) memaklumi kesedihan putri kecilnya. Kepada media dia mengatakan Josh sudah hampir dua tahun tinggal bersama mereka. Bahkan, sudah dianggap menjadi bagian keluarga mereka. Apa lagi Ely begitu dekat dengan Josh.

Sebelumnya, pengakuan dia, bayi orangutan tersebut dibeli dengan salah satu warga dengan Rp500 ribu. Ayah dari empat orang anak ini, menceritakan, selama ini Josh tinggal bersama mereka satu rumah selama delapan bulan. Semakin dewasa dan banyak maunya, Kemudian Josh dibuatkan kandang disamping rumah.  Mereka merawatnya dengan sangat baik. Bahkan mereka tidak membedakan kebutuhan Ely dan Josh terutama masalah asupan gizi mereka.

“Biasanya Ely menghabiskan satu kaleng susu dengan berat 1 kg, begitu juga Josh kami berikan susu dengan jumlah yang sama dan bahkan merek susu yang sama pula,” tutur Dahlan yang sebagaimana Evy, juga sudah ‘’jatuh cinta’’ dengan Josh.

Selama ini, sambung dia banyak yang ingin membeli orangutan yang berjenis kelamin laki-laki ini, bahkan dengan penawaran harga yang cukup tinggi. Namun dirinya enggan untuk menjualnya.

“Saya takut  orangutan ini jatuh ke orang yang salah. Tidak merawatnya dengan baik. Tidak memperhatikan dengan baik perkembangannya sehingga menyebabkan kematian pada orangutannya,” tambahnya.

Sementara itu, informasi  yang didapat oleh biak OU mengenai orangutan ini berawal  dari informasi anggota sispala Gespala SMAN 1 Seponti Jaya yang melaporkan bahwa ada warga yang memelihara satwa yang dilindungi ini.

Eko Kurniawan salah satu anggota Biak OU menjelaskan bahwa pada  tanggal 28 Desember 2015 biak OU mendapatkan informasi  via telepon dari seorang anak Sispala GESPALA SMAN 1 Seponti Jaya.Ia memberitahukan bahwa di Kecamatan Teluk Batang ada warga yang memelihara anak Orangutan. Atas  informasi itu, biak OU melakukan peninjauan kelokasi untuk memastikan informasi tersebut.

Setelah memastikan keberadaan Orangutan tersebut dan berkoordinasi  kepada pemiliknya, akhirnya pemilik  Pak Dahlan bersedia untuk menyerahkan Josh secara sukarela.Setelah itu dirinya, berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ketapang mengenai penanganan selanjutnya orangutan yang bernama latin Pongo Pygmaeus ini.  5 Januari 2016, akhirnya BKSD dan IAR (Internasional Animal Rescue) dan didampingi biak OU melakukan rescue terhadap  Josh untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan.

Josh akan mengikuti pendidikan khusus terhadap  Orangutan sehinggga kedepannya Orangutan ini bisa hidup layaknya Orangutan yang hidup di alam liar .Mengenai hal ini, dkatakan Satgas Penanganan Konflik Satwa (BKSD) Ketapang Adi Susilo, S.hut, menjelaskan bahwa setiap masyarakat dilarang untuk memelihara Orangutan. Selain sudah diatur dalam Undang-Undang, ini juga sangat berbahaya bagi keluarga yang memeliharanya.

“Orangutan bisa menularkan penyakitnya jika mereka sedang sakit, maka dari itu sangat berbahaya bagi kesehatan keluarga yang memelihara orangutan.  Dan kami ucapan terimakasih kepada Biak OU yang memberikan informasi dan meluangkan waktunya  untuk mengantar kami ke lokasi dimana Josh berada,” ujar Adi.Lebih jauh Adi berharap  kepada Biak OU, dapat terus memberikan perhatian terhadap konservasi alam, dan penyelamatan orangutan.  Agar primata ini dapat berkembang biak, khususnya pada Kawasan Taman Nasional Gunung Palung(TNGP).

Sumber: http://www.pontianakpost.com/ely-nangis-berpisah-dengan-josh-evakuasi-orangutan

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Orangutan Laksmi dan Lusiana, Ibu dan Anak.

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit