‘Cause You’re Beautiful

Orangutan bernama Cantik kembali ke habitatnya di hutan kalimantan

Any good news from the forest?

Hai hai Sobat IAR, iya nih ada kabar baik dari hutan. Tentang si Cantik.

Hah? Cantik? Ada yang cantik di hutan?

Ada dong! Nah karena dia cantik, makanya dikasih nama Cantik, sob.

Duh jadi penasaran. Siapa sih dia?

Ok, biar nggak makin penasaran, sini merapat. Jadi, Cantik itu nama orangutan istimewa yang baru aja dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang terdiri dari BKSDA Kalbar dan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, bersama IAR Indonesia. Dia dilepasliarkan bareng empat orangutan lainnya, yaitu Tina, Tribun, Sigit, dan Pungky di bulan Mei 2021 lalu.

Wait, lepasliar itu apa sih?

Oh itu istilah buat satwa yang udah kelar direhabilitasi, terus selama masa rehabilitasi itu, dia udah keliatan bisa nih untuk kembali hidup di habitat alaminya, udah deh kita antar ke hutan which is rumah aslinya.

Ah I see. Terus kenapa si Cantik ini dibilang istimewa?

Jadi, si Cantik ini istimewa karena meski dia udah kehilangan kaki kirinya, dia tetep bisa lho manjat-manjat pohon, cari makanan, pokoknya lincah banget nggak kalah ama temen-temennya yang lengkap anggota badannya. So karena itu, Cantik dinilai oke nih dan siap buat dilepasliarkan.

 

 

Wah keren! Btw kakinya kenapa ya kok ngga ada satu?

Jadi gini ceritanya. November 2016 lalu, ada warga nih datang ke pusat penyelamatan IAR Indonesia di Sungai Awan. Ini tuh di Ketapang, Kalimantan Barat. Nah, warga ini bawa bayi orangutan liar yang kaki kirinya terluka parah. Mereka bilang kalau mereka menemukan orangutan ini sendirian di hutan dan kakinya kejepit di antara dua batang kayu besar. Meski waktu itu tubuhnya lemah, bayi orangutan ini kelihatan banget punya semangat hidup yang tinggi.

Ya ampun kasihan banget 🙁

Iya, kasihan deh kondisinya waktu itu. So tim medis IAR pun segera memeriksa kondisi bayi orangutan ini yang kemudian dinamain Cantik. Dari pemeriksaan itu, ternyata ada infeksi dan pembusukan parah pada luka di kakinya. Sepertinya karena lukanya dia itu sudah berumur beberapa hari tanpa perawatan sehingga infeksinya sudah menyebar semakin parah.  Udah gitu, kondisinya diperparah dengan dehidrasi dan malnutrisi. Langsung deh tim medis IAR Indonesia ngerawat dia secara intensif dan dipantau selama 24 jam sehari selama beberapa minggu. Selama perawatan intensif ini, kakinya yang mengalami nekrosis parah mulai rontok sedikit demi sedikit.  Meski tim medis sudah melakukan yang terbaik dengan memberikan obat-obatan, antibiotik, infus, serta perawatan intensif, tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan kakinya yang sudah membusuk kecuali amputasi. Sedih banget deh. Amputasi ini mau nggak mau dilakukan biar infeksinya nggak makin parah dan mengancam nyawanya.

Haduuuh… Terus terus terus?

Dibantu oleh dokter bedah satwa liar berpengalaman dari Hongkong, akhirnya operasi amputasinya sukses tanpa ada komplikasi. Namun ceritanya nggak berhenti di situ sob. Masih banyak yang harus dilalui Cantik biar sembuh total. Selain berjuang memulihkan luka dan membiasakan hidup dengan satu kaki, Cantik juga harus berjuang memulihkan traumanya. Soalnya nih, kalau kita nemuin bayi orangutan sendirian, hampir pasti banget induknya sudah meninggal. Soalnya, orangutan tuh kalau masih kecil, dia hidup dengan mommy-nya sampai usia 6-8 tahun. Kebayang kan sedihnya ngebayangin sekecil itu ngelihat mommy-nya mati?

 

 

Hiks… sedih banget dengernya..

Iya banget. Nah maka dari itu sob, abis operasi, Cantik dirawat dan dimonitor banget oleh tim medis IAR Indonesia selama berminggu-minggu pasca operasi sebelum akhirnya bisa bergabung dengan orangutan lainnya di dalam sekolah hutan. Well…tahu kan sekolah hutan? Ini tuh sebenarnya istilah buat ngajarin satwa-satwa biar nanti bisa mandiri kalau udah balik ke hutan, sob. Tempatnya mirip hutan, banyak pohon, dan orangutan-orangutan ini diajari macem-macem deh, dari manjat pohon, gelantungan, bikin sarang, dan tentu saja cari makan. Nah pas di sekolah hutan ini, Cantik ternyata keren banget. Dia pintar lho, meski satu kakinya udah nggak ada, dia lincah dan terampil di atas pohon. Apalagi cepet banget pas diajari bikin sarang dan cari makan sendiri.

Wuih hebat. Bravo Cantik!

Iya dia emang keren banget. Karena itulah, ngelihat perkembangan pesatnya itu, 4,5 tahun sekolah nih, dia siap lulus sob. Nah, graduation-nya dibawa ke hutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).

Ih serunya! Kayaknya keren nih lokasi graduationnya.

Yoi. TNBBBR ini hutannya mantap banget sob, apalagi buat tempat hidup satwa liar dan dilindungi. Apalagi dari hasil survei nih, jumlah dan jenis pakan orangutan di kawasan ini berlimpah dan jumlah populasi asli orangutan di situ masih sedikit. Selain itu, karena status hutannya adalah taman nasional, jadi aman buat rumah Cantik dan teman-temannya. Maka dari itu, sejak tahun 2016 nih, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bersama dengan IAR Indonesia, udah ngelepasin 56 orangutan ke TNBBBR.

Jauh gak sih perjalanannya ke sana?

Lumayan jauh sih, bayangin aja, untuk memulangkan Cantik ke habitat aslinya, tim harus menempuh perjalanan darat sejauh lebih dari 700 kilometer dari sekolahnya Cantik. Udah gitu, masih harus dilanjut pakai perahu motor selama satu jam dan dua hari berjalan kaki di dalam kawasan TNBBBR untuk mencapai titik pelepasan.

Wuidih, jauh juga ya… Itu yakin Cantik bisa survive di TNBBBR?

No worries. Biar ngepastiin Cantik dan teman-temannya aman sentausa di sana, ada tim monitoring yang rutin memantau mereka setiap hari sejak mereka bangun pagi sampai saatnya bobok. Udah kayak CCTV deh. Selain itu, kami juga ada dokter hewan yang stand by 24 jam 7 hari seminggu di sana. Jadi amanlah kalau kenapa-kenapa. So, itu sob kabar seru dari hutan. Nanti kalau ada yang seru lagi, kita kabari lagi yak.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

The Day You Went Away

Duh kok sedih sih? Nggak kok, nggak sedih, justru happy Lho kok? Iya, jadi gini, Mei dan Juni lalu Balai

Kukang Suga dibersihkan bulunya sebelum diberi bantuan medis

Menyelamatkan Suga si Kukang

Kukang ini Bernama Suga. Ia datang di pusat rehabilitasi kami dengan keadaan penuh luka di bagian wajah dan lengannya. Begitu

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit