Belajar Adaptasi dengan Enrichment

Wah, adaptasi jadi kaya nih?

Hahaha…bukan.

Enrichment yang ini nggak ada hubungannya dengan menjadi kaya raya, friend. Melainkan proses di mana kami memberikan ‘wahana’ khusus agar para satwa ini bisa beradaptasi dan bebas berekspresi seperti di habitat aslinya. Singkatnya, enrichment ini merupakan satu cara untuk menstimulasikan kembali perilaku dan naluri alamiah si satwa yang lagi menjalani pemulihan di pusat rehabilitasi. Jadi di masa itu mereka diberi pembekalan sebelum dilepasliarkan kembali ke alam.

 

Emang kenapa perlu enrichment?

Pertama, jangan dibayangkan pembekalan yang dimaksud itu seperti hewan-hewan pertunjukan yang dilatih ya. Nggak gitu konsepnya. Kedua, kan kita tau nih nasib satwa yang direhabilitasi itu gimana… pastinya mereka memerlukan serangkaian proses pemulihan kondisi kesehatan dan perilakunya juga.

Ketiga, cerita jelasnya gini.

Di alam, satwa liar liar sejatinya udah dapat kebebasannya dari semesta. Bayangin aja, mereka di sana udah bebas ngelakuin apapun. Mulai dari mengekspresikan perilaku, mencari makan, bergaul, traveling ke sana ke mari, dan tentunya bebas dari perasaan stres, tekanan maupun gundah gulana.

Namun, saat mereka diburu, ditangkap, bahkan dipelihara di rumah maka semua kebebasan itu akhirnya terenggut. Jika sudah begitu, mereka memerlukan penanganan khusus (dalam hal ini upaya rehabilitasi) untuk mendapatkan perawatan serta pemulihan.

Kami ngasih pola asuhan dan perawatan yang menyeluruh ke semua satwa yang lagi dipulihin di tempat kami. Setiap hari mulai dari pemenuhan nutrisi, kesehatan, hingga aspek lainnya selama menjalani pemulihan bisa terpenuhi. Nah dari serangkaian panjangnya proses pemulihan A sampe Z itu, ada yang namanya pengayaan atau enrichment itu, friend.

 

 

Cara buatnya gimana?

Para perawat satwa kami setiap hari nyiapin berbagai macam bentuk pengayaan dan tiap-tiap jenis pengayaan itu punya tujuan masing-masing. Misal ada yang jenisnya buat merangsang mereka untuk lebih aktif, terus ada juga yang sifatnya meningkatkan insting alaminya. Perihal bikin pengayaan itu gimana, nggak sembarangan dan fa fi fu was wis wus lho. Soalnya bikinnya juga mempertimbangkan nilai-nilai ilmiah dari sejumlah penelitian.

Fyi nih, kami nggak sekadar kasih pengayaannya aja tapi juga ngamatin gimana respon mereka terhadap wahana itu. Beratus-ratus bahkan beribu-ribu ribu jam kami catat perilaku mereka, terus dihitung-hitung dengan pendekatan riset, dan hasilnya jadi salah satu penentu apakah mereka udah layak kembali ke habitatnya atau belum.

Dengan adanya fasilitas pengayaan itu, mereka dapat menyalurkan perilaku alami sebenernya. Jadi meski di dalam sanctuary nih, para satwa ini nggak diem-diem dan bengong meratapi nasibnya. Mereka bisa aktif sekaligus mengekspresikan perilakunya dengan bebas. Aslik, itu ngebantu banget buat stimulasi kemampuan perilaku mereka selama perawatan. Apalagi buat satwa yang punya kemungkinan kecil untuk bisa balik ke habitatnya 🙁

 

 

Kenapa pengayaan penting sih?

Kita harus tau bahwa tujuan akhir dari upaya rehabilitasi adalah mempersiapkan mereka untuk pulang ke habitatnya. Bukan sebaliknya seperti memperbanyak jumlah mereka selama direhabilitasi. Itu namanya penangkaran.

Terus yang perlu kalian tau, upaya pemberiaan pengayaan ini juga jadi salah satu bentuk komitmen kami memenuhi aspek kesejahteraan mereka yang udah terenggut, friend. Dan ini udah jadi prioritas kami sejak awal. Bahkan nih, nggak hanya berdasarkan prinsip-prinsip kesejahteraan, lebih dari itu kami juga udah memastikan sejauh mana aspek-aspek pendukung kesejahteraan seperti ‘bagaimana kondisi kesehatan mereka?’, ‘apakah diet dan pakan mereka bergizi?’, hingga ‘sebebas apa mereka dapat mengekspresikan perilakunya selama direhabilitasi?’ itu bisa terpenuhi. Di luar itu sebenarnya masih banyak aspek lainnya. Gils, kan! Yap pada akhirnya kerja keras ini dilakukan semata untuk memberikan kesempatan hidup kedua yang sempurna bagi mereka di habitatnya.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Lowongan Pekerjaan: Staf Multimedia

DIBUTUHKAN SEGERA   Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) adalah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang penyelamatan, rehabilitasi dan konservasi satwa

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit