Ada Yang Penting, Tapi Kurang Populer

Wih…apaan tuh?

Penasaran kan? Ya ini tentang riset ilmiah si kukang.

 

Eits, berat bener deh topiknya…

Nggak! Nah ini nih, banyak banget yang suka nyangka kalau udah bicara tentang riset ilmiah tuh berat, padahal nggak selalu gitu lho, friend. Riset tuh seru, apalagi dalam konservasi satwa. Jadi, kalau kita mau bener-bener peduli ama konservasi satwa, itu nggak cuma ngerjain penyelamatan doang. Kita perlu juga nih ngelakuin riset ilmiah supaya yang kita kerjakan itu selain ada catatannya, juga bisa buat panduan pekerjaan kita nanti-nantinya. Terutama buat kukang yang masih belum banyak riset ilmiahnya.

 

Ah I see…paham sekarang. Terus kenapa masih minim ya riset ilmah tentang kukang?

Iya nih, perhatian orang-orang untuk melakukan riset mengenai si primata bulan itu belum banyak dibandingkan satwa dilindungi lainnya. Padahal status konservasi dan peran ekologi si kukang ini ya sama pentingnya seperti satwa liar lain, sebut aja orangutan, harimau, dan hewan-hewan terancam lainnya yang kita punya. Nah akhirnya persoalan ini udah lama jadi salah satu weakness point dalam konservasi kukang. Jawaban kenapa masih minim, kami pun nggak tahu pasti. Bisa jadi memang nggak banyak orang interest sama si kukang. Tapi yang pasti, dari sisi kami sebagai organisasi yang udah lebih dari satu dekade ngebantu perawatan dan konservasi kukang, weakness point itu justru tantangan buat ngedorong kami untuk ningkatin popularitas si kukang melalui beragam topik riset yang holistik, friend. Sekarang bahkan nggak menutup kemungkinan topik penelitian juga bisa diilhami dari jagat maya.

Dulu banget kalo inget awal-awal kami berdiri, emang belum banyak tuh jejak literatur yang bisa kami jadiin rujukan buat nanganin dan ngerawat si kukang. Bisa dibilang, waktu itu kami masih banyak trial-and-error. Tapi sekarang, kondisinya mulai membaik nih. Sejumlah catatan ilmiah sudah banyak dikerjakan.

 

 

Wuih keren! Jadi pengen tahu nih riset ilmiah kukangnya apa aja sih?

Macem-macem, friend. Mulai dari sisi perilaku si kukang, habitat, medik konservasinya, bahkan sampe ke persoalan potret kukang di jagat maya.

 

Ah jadi paham sekarang. Terus riset-risetnya itu sudah digunakan buat apa aja sih?

Nah, ternyata nih friend, hasil riset tuh bisa jadi modal gaul lho hahahah! Becanda friend. Jadi gini, ternyata nih karena belum banyak yang bikin riset ilmiah tentang kukang, tim kami jadi sering diundang ikutan beragam konferensi ilmiah di tingkat nasional dan internesyenel, untuk ngomongin tentang si anak manis kukang ini. Tentu saja kami jadi semangat nih. Karena ini sesuai banget dengan misi kami untuk ningkatin interest dan popularitas ilmiah si kukang. Terus selain itu, biasanya dalam ajang-ajang konferensi nih, dijadiin juga momentum reuni, memperkuat hubungan antarpegiat konservasi, dan punya manfaat untuk membangun jaringan baru bersama para ahli-peneliti primata terbaik di Indonesia. Pastinya ini juga ngebuat kita jadi merasa nggak sendirian menghadapi berbagai tantangan yang berubah seiring perkembangan zaman. Tsaaah.

Soal internesyenel nih… baru banget, salah satu dokter hewan kami Indri Saptorini presentasiin karya ilmiah yang berjudul “Electrocution Cases in Rescued-Javan Slow Loris at IAR Indonesia during Januari 2019 until April 2020” dalam konferensi Asian Society of Conservation Medicine (ASCM) akhir September kemarin. Singkatnya, di ajang bergengsi tahunan itu dia cerita soal penanganan sengatan listrik pada kukang yang direhabilitasi di tempat kami. And you should know, Indri menjadi salah satu presenter terbaik (The Excellence Oral Presentation) bersama empat presenter lain dari Jepang dan Thailand.

 

Wah selamat!! Terus kegiatan lainnya yg ngomongin riset ilmiah ini ada lagi ga?

Ada dong! Secara rutin nih, kami juga adakan pertemuan-pertemuan antarpegiat, mitra, dan kolega dari berbagai organisasi. Kita sebutnya forum Vet Capacity Building. Di dalam forum itu kita sebenernya lebih banyak berbagi berbagai hal dan bertukar pengalaman seputar isu-isu terkini terkait dengan beberapa kasus, khususnya aspek medis yang menjadi tantangan para kolega. Karena kita tau, nggak semua dari kita bisa ngebuat hal itu. Makanya, kami punya komitmen memfasilitasi itu untuk kemajuan kapasitas kemampuan bersama di semua kalangan!

Selain bisa refreshing keilmuan, dari kegiatan-kegiatan itu kita jadi nambah networking atau jejaring yang luar biasa luas. Dari yang perlu rekomendasi ahli, ide, hingga penanganan dalam tantangannya.

 

Mantap! Jadi pengen ikutan riset nih!

Gas! Ditunggu aja kabar dari kami selanjutnya ya…

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Lowongan Pekerjaan: Staf Multimedia

DIBUTUHKAN SEGERA   Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) adalah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang penyelamatan, rehabilitasi dan konservasi satwa

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit