9 Satwa Liar Endemik di Pulau Jawa yang Terancam Punah

elang jawa bertengger

Pulau Jawa adalah rumah bagi sebagian satwa endemik Indonesia. Hewan-hewan endemik tersebut adalah hewan kharismatik yang kemudian menjadi simbol maupun logo taman nasional. Mereka juga memegang peranan penting bagi ekosistem di mana mereka tinggal.

Sayangnya, tidak sedikit dari mereka yang memiliki status terancam punah sebagai akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam merawat lingkungan. Perdagangan dan perburuan satwa liar menjadi salah satu faktor utamanya.

Namun, dengan edukasi yang baik dalam mengenal satwa-satwa menarik ini, kita dapat mengurangi laju berkurangnya jumlah mereka di alam kita. Mari kita simak dan sebarkan informasi mengenai satwa liar endemik di Indonesia ini supaya para satwa liar yang indah ini dapat tetap lestari di hutan kita.

 

1. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

Badak Jawa (Foto: Balai Taman Nasional Ujung Kulon)

Badak jawa yang biasa disebut badak bercula satu adalah salah satu spesies satwa liar terlangka di Indonesia. Sebab spesies badak jawa saat ini diperkirakan tersisa tidak lebih dari 74 ekor. Kemampuan reproduksi yang rendah ditambah aktivitas perburuan badak jawa untuk diambil culanya adalah penyebab utamanya.

Sekarang, hewan eksotis ini sedang berada dalam program konservasi intensif secara in-situ di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Program ini membawa kabar gembira bagi kita karena terbukti mampu meningkatkan populasi badak jawa. September 2020 lalu, TNUK mengkonfirmasi keberadaan dua ekor bayi badak yang membawa harapan akan terjaganya kelestarian populasi badak jawa.

 

2. Kukang Jawa (Nycticebus javanicus)

kukang malam hari di pohon

Kukang Jawa (Foto: Reza Septian)

Kukang jawa adalah primata eksotis yang hidup secara nokturnal, alias aktif di malam hari. Ia mencari makanan di malam hari guna menghindari pemangsa. Ia memiliki ciri khas yaitu memiliki kelenjar racun di bawah ketiaknya yang digunakan untuk mempertahankan diri dari pemangsa pula.

Saat ini kukang jawa dilindungi oleh undang-undang Indonesia. Organisasi internasional CITES juga melindungi kukang jawa dalam daftar Appendix I-nya. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada yang boleh memburu atau memeliharanya lagi. Sebab apabila perburuan terus dibiarkan, dikhawatirkan jumlah populasinya di alam akan kian menurun dan lama-kelamaan akan punah.

 

3. Babi Kutil (Sus verrucosus)

babi kutil merumput

Babi Kutil (Foto: BBKSDA Jawa Timur)

Jenis hewan liar endemik yang satu ini mungkin terdengar asing di telinga kita. Satwa tersebut tidak lain adalah babi kutil. Babi kutil adalah jenis babi yang hanya terdapat di Pulau Jawa dan Pulau Bawean. Babi ini juga biasa disebut babi jawa atau babi bagong.

Perawakan dari babi kutil sangat mirip dengan babi hutan. Babi kutil bisa ditemukan di hutan dan padang rumput meskipun sangat sulit untuk menemukannya. Banyak ahli yang sebelumnya mengira spesies ini sudah punah dikarenakan mereka kesulitan untuk menemukannya. Untungnya, babi kutil ini teramati pada tahun 2017. Penyebab terancam punahnya babi ini dikarenakan tingginya tingkat konflik dengan manusia akibat berkurangnya habitat sehingga babi turun ke pemukiman warga untuk mencari makanan.

 

4. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)

macan tutul menguap

Macan Tutul Jawa (Foto: BBKSDA Jawa Barat)

Macan tutul jawa adalah salah satu satwa predator yang terancam punah di Indonesia. Jenis satwa ini adalah subspesies dari macan tutul biasa (Panthera pardus). Oleh masyarakat di Pulau Jawa, macan tutul jawa kadang disebut juga macan kumbang.

Macan tutul jawa saat ini berada di ambang kepunahan. Pada tahun 2008, tercatat jumlah populasi macan tutul jawa tidak lebih dari 250 ekor. Menurut para ahli dan pejabat pemerintah, penyebab berkurangnya populasi macan tutul adalah berkurangnya habitat alaminya di hutan.

 

5. Banteng Jawa (Bos javanicus javanicus)

Banteng jawa di padang rumput

Banteng Jawa (Foto: Robithotul Huda)

Banteng Jawa adalah salah satu subspesies dari jenis banteng biasa (Bos javanicus). Jenis satwa liar ini, meskipun sangat dikenal di masyarakat sebagai hewan yang kuat, rupanya juga dikenal sebagai hewan yang terancam punah. Keberadaannya saat ini dilindungi oleh Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran, serta Taman Nasional Bali Barat.

Terdapat beberapa penyebab berkurangnya populasi dari banteng jawa ini. Di antaranya adalah berkurangnya habitat akibat pembukaan lahan untuk kebun oleh manusia. Banteng juga mengalami ancaman pemangsa dari anjing hutan ajag, yaitu jenis anjing hutan yang berperawakan mirip serigala.

 

6. Owa Jawa (Hylobates moloch)

owa jawa di atas pohon

Owa Jawa (Foto: Robithotul Huda)

Owa jawa adalah salah satu jenis primata di Indonesia. Spesies ini tersebar di Pulau Jawa di bagian Provinsi Jawa Barat dan Banten. Sayangnya, spesies ini juga merupakan spesies yang dilindungi.

Satwa liar ini terkenal akan suara lolongannya yang khas dan terkenal nyaring. Menurut peneliti, suaranya dapat terdengar hingga 1 kilometer jauhnya. Lolongan ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan owa jawa lain.

 

7. Surili Jawa (Presbytis comata)

Surili jawa di atas pohon

Surili Jawa (Foto: Robithotul Huda)

Primata asli Indonesia lain yang dilindungi karena terancam punah yaitu surili jawa. Primata unik ini juga merupakan salah satu primata yang cukup dikenal di Jawa Barat. Jenis satwa liar ini tersebar di Jawa Barat dan Banten.

Satwa pemakan tumbuhan dedaunan, bunga, dan biji-bijian ini kini tidak tersisa banyak. Sekarang populasinya hanya tersisa sekitar 2.500 ekor. Oleh karena itu Pemerintah segera mengeluarkan berbagai kebijakan untuk segera melindungi dan melestarikannya.

 

8. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

elang jawa bertengger

Elang Jawa (Foto: Denny Setiawan)

Burung ini merupakan penjelmaan dari Garuda, lambang negara Indonesia. Spesies ini adalah salah satu jenis burung yang dilindungi dan tersebar di hutan-hutan di Pulau Jawa. Elang jawa adalah burung predator. Ia memangsa mamalia kecil seperti tikus atau burung-burung kecil. Ia juga memiliki daya jelajah luas. Ia mampu terbang mencapai 400 hektar dari sarangnya.

Yang patut kita perhatikan adalah penyebabnya terancam punahnya. Di samping perburuan liar, kemampuan reproduksi yang rendah membuatnya sangat rentan mengalami penurunan populasi. Ia hanya mampu bertelur sekali setahun. Apabila hal tersebut terus dibiarkan, khawatirnya Elang Jawa akan benar-benar punah.

 

9. Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus)

burung trulek jawa

Trulek Jawa (Foto: Lorenzo Vinciguerra/OBI)

Burung trulek jawa adalah burung yang pernah dinyatakan punah, namun akhirnya statusnya diubah menjadi kritis pada tahun 2000. Burung ini adalah burung pantai, artinya hanya ada di sekitar pantai karena ia sangat bergantung mencari makanan di sekitar laut.

Burung ini menjadi sangat terancam punah dikarenakan perburuan yang intensif serta pengurangan habitat secara masif.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

The Day You Went Away

Duh kok sedih sih? Nggak kok, nggak sedih, justru happy Lho kok? Iya, jadi gini, Mei dan Juni lalu Balai

Kukang Suga dibersihkan bulunya sebelum diberi bantuan medis

Menyelamatkan Suga si Kukang

Kukang ini Bernama Suga. Ia datang di pusat rehabilitasi kami dengan keadaan penuh luka di bagian wajah dan lengannya. Begitu

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit