Tujuh Ekor Kukang dari Pontianak Tiba di Ketapang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Yayasan Inisiasi Alam dan Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, mulai melakukan rehabilitasi terhadap tujuh kukang. Satwa yang dilindungi ini dibawa dari Kota Pontianak dan tiba di area YIARI, Ketapang, Kamis (9/7/2015) pagi.

“Ada tujuh kukang dari Pontianak yang kita rehabilitasi di YIARI ini. Beberapa di antaranya sebagai barang bukti dari penangkapan kemarin di Pontianak,” kata Operasional Manager YIARI, drh Adi Irawan kepada wartawan di Ketapang, Kamis.

Menurutnya kukang dibawa ke YIARI untuk melalui proses karantina sekitar enam pekan. Saat dikarantina dilakukan pemeriksaan medis. Di antaranya pemeriksaan tuberculosis atau TBC, kondisi gigi dan lain sebagainya.

Jika memang seperti giginya masih bagus maka proses pelepasliaran bisa segera dilakukan. Namun kalau kondisinya sudah parah dan giginya harus dicabut. Maka tentu proses rehabilitasinya dan pelepasliarannya membutuhkan waktu lebih lama.

Ia menjelaskan habitat kukang di Kalimantan Barat khususnya Ketapang pada dasarnya cukup banyak. Di antaranya di Kecamatan Muara Pawan, di Hutan Lindung Gunung Tarak Kecamatan Nanga Tayap dan lain sebagainya.

Penulis: Subandi
Editor: Arief

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit