Satu Individu Orangutan Kembali Pulang ke Habitatnya

Ketapang, thetanjungpuratimes.com –  International Animal Rescue (IAR) Indonesia bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang, Komando Distrik Militer Ketapang dan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa Pematang Gadung memulangkan satu individu orangutan betina ke Hutan Desa Pematang Gadung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Senin (6/3).

Turut hadir dalam kegiatan ini Komandan Rayon Militer Kota dan Matan Hilir Selatan. Keikutsertaan TNI dalam kegiatan pelepasan ini sekaligus menunjukkan komitmen dan dukungan TNI dalam kegiatan konservasi.

“Kami dalam hal ini Kodim 1203/Ktp sangat mendukung kegiatan pelepasliaran orang utan ini di Hutan Desa Pematang Gadung. Dengan ikut serta dalam kegiatan ini, kami sebagai institusi negara di wilayah ketapang, turut berkomitmen dan memberi kontribusi untuk melestarikan lingkungan demi kesejateraan masyarakat dan melindungi orangutan sebagai salah satu aset Ketapang,” ujar Letkol Inf Riko Haryanto, Komandan Distrik Militer 1203/Ketapang.

Orangutan yang diberi nama Reva ini diselamatkan dari persawahan milik warga di Desa Pematang Gadung pada tanggal 15 Januari 2015 silam. Kondisi Reva sangat memprihatinkan ketika diselamatkan tim gabungan dari BKSDA Ketapang dan IAR Indonesia. Kedua tangan dan keki Reva terikat dan tubuhnya ditemukan banyak luka.

“Kondisi Reva saat itu kritis dan kedua pergelangan kaki dan tangan bengkak karena diikat terlalu lama,” ujar drh Ayu Budi Handayani, Manager Animal Care IAR Indonesia yang ikut turun ke lapangan.

“Ketika dilihat lebih dekat, ternyata banyak luka di sekujur tubuhnya. Luka sobek yang parah terdapat di jempol kanan, jari tengah tangan kanan, lengan kanan belakang, jari tengah kaki luka beset di punggung, luka lebam bekas pukulan benda tumpul di bagian mata kanan dan dahi bagian kiri memar dan bengkak,” jelasnya panjang lebar.

Tim medis langung memberikan cairan infus dan suntikan anti paradangan, selanjutnya orangutan ini dibawa ke Pusat Penyelamatan Orangutan IAR Indonesia di Sungai Awan, Ketapang. “Pada saat itu kami tidak yakin Reva bisa diselamatkan atau tidak.”

Ketika dilakukan perawatan yang lebih intensif dan pemeriksaan yang lebih teliti dan dilakuan foto rontgen, Reva juga diketahui mengalami beberapa luka tembak senapan angin di beberapa bagian. Hasil foto rontgen Reva menunjukan ada peluru di pinggul kiri bagian belakang, paha kanan, tengkuk, punggung, pergelangan tangan kanan, dan jari tengah.

Setelah menjalani perawatan selama 1,5 bulan kini kondisi Reva sudah pulih dan siap untuk dipulangkan ke habitat asalnya.

“Kondisi Reva saat ini sudah bagus, luka-lukanya sudah pulih dan tingkat stressnya sudah berkurang jauh,” jelas drh Ayu Budi Handayani, Manager Animal Care IAR Indonesia.

“Perilakunya juga masih liar sehingga kami yakin dia akan baik-baik saja di habitatnya,” tambahnya lagi.

Kegiatan pelepasan orangutan ini disambut positif oleh warga Desa Pematang Gadung. Mereka sangat bersemangat melihat Reva pulang ke habitatnya. Masyarakat Desa Pematang Gadung memang meminta agar Reva dilepas di Hutan Desa Pematang Gadung.

Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa Pematang Gadung, Abadi menyatakan dukungannya pada kegiatan pelepasan orangutan ini.

“Kami menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan pelepasan orangutan ini. Semoga dengan adanya kegiatan ini akan lebih mempererat hubungan antara Pemerintah Desa dan IAR Indonesia.”

“Seperti yang kita ketahui, orangutan adalah satwa dilindungi yang hanya ada di dua negara di dunia dan hanya ada di dua pulau di Indonesia, dan Pematang Gadung merupakan salah satu tempat hidup mereka. Dengan potensi ini, kami berharap adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait agar dapat mendukung pengembangan potensi yang kami miliki, seperti ekowisata misalnya,” tambahnya.

Hutan Desa Pematang Gadung seluas 14 ribu ha ini merupakan hutan desa terluas di Indonesia dan merupakan rumah besar bagi beragam populasi satwa liar. Hasil survey tim IAR Indonesia pada tahun 2012 menyatakan bahwa Hutan DesaPematang Gadung dihuni oleh sekitar 500 individu orangutan. Hutan desa dengan potensi keaneragaman hayati yang tinggi ini digadang-gadang untuk menjadi tujuan wisata berbasis ekologi di Kabupaten Ketapang.

Ekowisata ini mempunyai peran penting sebagai upaya perlindungan dan pelestarian orangutan berbasis masyarakat.

“Selain upaya tersebut ekowisata juga merupakan upaya peningkatan dan pengembangan ekonomi masyarakat dan juga upaya memperkenalkan bahwa peleatarian dan perlindungan tidak melulu hanya sebatas melindungi saja tetapi bisa juga mendapat nilai ekonomi dari manfaat jasa lingkungan,” jelas Erik Somala, Staf Pengembangan Komunitas IAR Indonesia yang selama ini aktif melakukan pendampingan pada warga desa.

“Tidak hanya itu, di sini kami juga membentuk tim patroli hutan desa. Tugas mereka menjaga hutan desa ini dari berbagai gangguan yang mengancam ekosistem asli di sana,” tutupnya.

 

Sumber, http://thetanjungpuratimes.com/2017/03/07/satu-individu-orangutan-kembali-pulang-ke-habitatnya/

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit