Meningkatkan Ekonomi Masyarakat dengan Pengolahan Produk Alam

by in Media, News, Updates 23 August, 2019

Alam memberkati manusia dengan beragam kekayaan yang jika diolah dengan bijak, tidak hanya menunjang kebutuhan lahiriah namun juga memberikan kesejahteraan secara ekonomi dan bahkan memberi ruang hidup bagi satwa. Pengetahuan inilah yang diupayakan IAR Indonesia dalam semua kegiatan pemberdayaan masyarakat yang tinggal di area hutan dan area-area yang berdekatan dengan habitat satwa. Selain untuk menghindarkan kemunculan konflik antara manusia dan satwa, informasi tentang pengolahan produk-produk alam dengan bijak, bisa menjadi pekerjaan alternatif dan bahkan utama bagi masyarakat, ketimbang mereka menjalankan pekerjaan yang merusak alam.

Sejumlah kegiatan yang mengajarkan pada cara-cara pengolahan produk-produk alam dengan bijak, telah dilakukan bagian program Community Development di IAR Indonesia sejak 2017. Sejumlah produk unggulan telah dihasilkan oleh kelompok-kelompok masyarakat di daerah Kalimantan Barat. Di antaranya produk organik seperti pupuk organik cair (POC), mikroorganisme lokal (MOL) dan cuka kayu, dan hasil hutan bukan kayu berupa minyak tengkawang dan madu hutan.

Produk-produk Organik IAR Indonesia

Produk-produk Organik IAR Indonesia

Produk organik dikembangkan sebagai salah satu media edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah dan sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka. Misalnya pemanfaatan limbah pertanian seperti sabut kelapa, ranting/kayu kering, tempurung kelapa, sampah daun maupun batang pisang dan juga bahan-bahan sekitar yang dapat dimanfaatkan berupa air kelapa, air cucian beras, air gula, maupun sisa buah/buah busuk. Bahan-bahan yang ada inilah selanjutnya dimanfaatkan dengan cara diolah dan difermentasi menjadi produk-produk organik. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta menciptakan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan pemanfaatan limbah pertanian dan bahan-bahan sekitar.

Buah tengkawang yang dikeringkan

Adapun pengolahan tengkawang (Shorea spp) juga menjadi alternatif kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sangat berpotensi. Tengkawang merupakan pohon dari genus Shorea yang buahnya menghasilkan minyak nabati. Lemak tengkawang memiliki sifat yang khas sehingga harganya relatif lebih tinggi dari minyak nabati lain seperti minyak kelapa. Menurut penelitian Alamendah tahun 2009, lemak tengkawang bisa digunakan sebagai bahan pengganti minyak cokelat, bahan lipstik, sabun, lilin, minyak makan dan bahan obat-obatan. Pohon tengkawang di Kalimantan Barat, setiap tahun mampu menghasilkan buah tengkawang sekitar 50.000 ton/tahun (Intan, 2017). Potensi yang besar ini, diharapkan bisa menjadi alternatif pemasukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di desa-desa penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Madu Desa Ulak Medang

Produk unggulan lainnya yang dikembangkan adalah madu hutan yang berasal dari Desa Ulak Medang. Madu hutan ini berasal dari pohon-pohon rengas, vegetasi khas hutan rawa gambut. Secara umum, permintaan madu hutan di Ketapang, sangat tinggi sehingga madu hutan Ulak Medang berpotensi untuk menjadi memenuhi permintaan. Hal ini secara tidak langsung, membawa pengaruh positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Ulak Medang.

Strategi pemberdayaan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar hutan dengan pengembangan produk unggulan diharapkan dapat menjadi salah mata pencaharian alternatif yang menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat agar tidak ada lagi yang merambah hutan dan membahayakan satwa liar.

 

 

Heribertus Suciadi

Leave a Reply