Penyelamatan si Jambu di Kebun Rambutan

Titik air masih menetes dari ujung daun pohon rambutan ketika tim penyelamat memasuki kebun milik warga di Desa Sungai Jambu, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Minggu 22 November 2015. Hujan yang mengguyur sejak pagi membuat tim penyelamat harus membungkus berbagai macam peralatan dengan cermat. Tas medis berisi berbagai macam obat, senapan, dan kamera dibawa dengan hati-hati menembus pepohonan yang basah.

Penyelamatan ini bermula dari laporan warga bahwa ada orangutan besar yang masuk ke kebunnya dan memakan buah rambutan yang akan dipanen. Mendapati laporan ini YIARI Ketapang segera menerjunkan Human Orangutan Conflict Response Team untuk melakukan verivikasi dan monitoring. Mendapati bahwa hutan di sekitar Sungai Jambu sudah habis dan orangutan ini tidak punya sumber makanan lain, tim HOC merekondasikan untuk segera dilakukan penyelamatan.
IMG_4901Operasi dilakukan segak pagi hari sebelum orangutan pergi meninggalkan sarangnya. “Itu, di sana!” Seru Riskan, anggota tim HOC yang sudah berada di lokasi beberapa hari sebelumnya. Tim mendongak ke atas dan segera sibuk dengan tugasnya masing-masing. Drh. Karmele dan drh. Jacklyn menakar obat bius, Suherman menyiapkan senapan bius, sedangkan sisanya siap menggelar jaring untuk menyambut orangutan.

Karena posisi orangutan masih terlalu tinggi dan tidak aman untuk dilumpuhkan, tim memukul pohon tempat di berada untuk memaksanya pindah. Setelah orangutan berada di ketinggian yang aman untuk dilumpuhkan, Suherman membidik pantat orangutan dengan cermat. Penembakan harus dilakukan di bagian ini agar tidak membahayakan organ vital orangutan.

“Sleepp!” Peluru bius menancap dengan mantap di pantat orangutan yang diberi nama Jambu ini. Beberapa saat kemudian orangutan ini terlihat mulai sempoyongan. “Jaring… Jaring…” Seru drh Karmele mengkomando tim untuk membentangkan jaring. Tim siap di bawah si Jambu yang setengah sadar dengan jaring terbentang. Jambu mulai oleng dan akhirnya terjatuh. Satu tangannya yang masih berpegangan di dahan membut tubuhnya terpental dan jatuh di luar jangkauan jaring. Akibatnya ada luka kecil di pipinya. IMG_4906

IMG_4985Drh. Karmele dengan sigap menuangkan pembersih luka di pipi Jambu dan mulai menjahit lukanya dengan telaten. “Saya rasa ini tidak apa-apa. Dia akan segera sembuh,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pemasangan microchip, Si Jambu dibawa ke Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orangutan YIARI Ketang untuk mendapatkan perawatan. Segera setelah kondisinya membaik, jambu akan kembali dilepaskan di alam bebas.

 

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit