Penyelamatan Orangutan di Desa Lubuk Batu

International Animal Rescue Indonesia bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah I (BKSDA SKW I) Ketapang kembali melakukan kegiatan penyelamatan orangutan di Desa Lubuk Batu, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Ketapang (22/7).

Penyelamatan orangutan dilakukan terhadap satu orangutan betina berumur sekitar 5 tahun yang bernama Utat. Penyelamatan orangutan ini berawal dari laporan dari warga bahwa ada penduduk desa yang memelihara orangutan. Menanggapi laporan tersebut tim YIARI segera mengirimkan tim Human Orangutan Conflict Response Team (HOCRT) untuk melakukan verifikasi. Ketika diverifikasi tim memang menemukan adanya warga yang memelihara orangutan.

_MG_8138Menurut pengakuan pemiliknya Utat sudah dipelihara selama lebih dari 4 tahun. Dia mengaku mendapatkan Utat di hutan yang rusak akibat pembukaan lahan oleh perusahaat sawit. “Saya menemukan orangutan ini ketika dia masih bayi. Dia saya temukan sedang menangis sendirian di tengah lahan yang baru saja dibuka,” ujarnya. Dia mengaku membawa orangutan tersebut karena kasihan dan selama ini dia tidak tahu bahwa orangutan merupakan satwa yang dilindungi.

Selama dipelihara, orangutan ini dibiarkan bebas berkeliaran. “Kalau siang dia keluar kandang dan bermain di pepohonan di depan rumah, kalau sudah sore atau hujan, dia akan pulang sediri ke kandang,” ujarnya sambil menunjukkan kandang berukuran sekitar 1x1x2 meter yang berada di bawah rumah. Selama dipelihara orangutan ini diberi makan nasi dan lauk pauk sama seperti yang dimakan oleh pemiliknya. Orangutan ini juga terbiasa bermain dengn anjing dan anak-anak yang berada di kampung tersebut._MG_8068

Karena mengkonsumsi makanan yang bukan merupakan pakan alaminya di alam, Utat mengalami malnutrisi. “Karena makanan yang tidak tepat, bulunya rontok di beberapa tempat. Selain itu di juga mengalami malnutrisi yang cukup parah,” ujar drh. Ayu Budi Handayani, Manager Animal Care IAR Indonesia.

Sekarang Utat sudah berada di Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orangutan IAR di Ketapang, Kalimantan Barat. Nantinya Utat akan menjalani pemeriksaan medis dan masa karantina sebelum bisa bergabung dengan orangutan lainnya di sekolah hutan._MG_8173

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit