Monyet juga punya hak

Oleh IHp_Education
Saat kita memperlihatkan gambar monyet kepada orang-orang sebagian besar pasti akan tertawa, kenapa harus tertawa? Padahal dia adalah makhluk hidup yang sama dengan kita.
Mungkin salah satu alasannya adalah karena monyet (terutama monyet ekor panjang) sering menjadi satwa yang dipertontonkan seperti pada atraksi topeng monyet dan sirkus. Seringkali dalam atraksi tersebut monyet menjadi tokoh yang bodoh atau bahan lawak. Sehingga tidak aneh jika kebanyakan orang akan tertawa jika melihat monyet. 
Kemungkinan lain adalah karena kemiripannya dengan manusia. Hal ini membuatnya menjadi bahan ejekan yang cukup membuat orang merasa terhina jika dikatakan mirip dengan monyet.
Selain mendapat perlakukan yang cukup merendahkan diri mereka, mereka juga sering diperlakukan dengan sadis. Sebagai contoh, agar monyet dapat melakukan atraksi topeng monyet mereka dicambuk atau dipukul jika tidak menurut, tidak diberi makan berhari-hari jika tidak melakukan yang diinginkan majikanya. Contoh lain adalah monyet yang dipelihara ditelantarkan di kandang yang sempit karena pemiliknya sudah bosan dengannya atau kerena monyet itu menggigitnya.
Sebenarnya satwa juga memiliki hak untuk hidup sejahtera sama seperti manusia, bahkan sejak 1979 pemerintah Inggris melaui Farm Animal Welfare Council (sejak 2011 menjadi berganti nama menjadi Farm Animal Welfare Committee_www.fawc.org.uk) menetapkan lima kebebasan satwa untuk satwa ternak. Saat ini kelima kebebasan satwa tersebut digunakan juga bagi satwa non-ternak.
Satwa, termasuk monyet dikatakan sejahtera jika mereka memiliki kelima macam kebebasan satwa (harus memilki kelima-limanya) yaitu :
1.       Bebas dari kelaparan dan haus
2.       Bebas dari rasa tidak nyaman
3.       Bebas dari luka, rasa sakit dan penyakit
4.       Bebas berperilaku normal dan alami
5.       Bebas dari rasa takut dan penderitaan.
Pertanyaannya sekarang apakah monyet yang beratraksi untuk topeng moyet dan sirkus sejahtera? 
Apakah monyet yang dipelihara sudah pasti sejahtera?
Jawabannya? 
Jika anda melihat 5 kebebasan satwa, tentu saja mereka tidak sejahtera!
Beberapa ada yang kelaparan karena tidak diberi makan atau ditelantarkan.
Mereka tidak akan merasa nyaman karena mereka tidak bebas bergerak atau berpindah tempat karena dikurung dikandang yang kecil atau dirantai leher atau perutnya.
Monyet yang dicambuk atau dipukul pasti akan merasakan sakit dan jika mereka terluka, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi infeksi dan menimbulkan penyakit
Monyet-monyet seharusnya berada di alam memanjat pohon, bergelantungan, berkumpul dengan sesamanya, bermain dengan temannya, makan buah, dedaunan atau serangga. Namun monyet yang dipelihara seringkali makan nasi, gorengan, es krim; tidur di tempat tidur dengan kita; ataupun melakukan atraksi meniru perilaku manusia seperti naik sepeda atau membawa keranjang.
Bunyi keras, suara mobil, suara manusia yang berteriak membuat mereka takut terutama jika mereka diikat atau kandangnya ditaruh berdekatan dengan jalan raya.  Beberapa juga menderita karena diikat di dekat jalan dengan tidak menggunakan penghalang apapun untuk sinar matahari yang terik ataupun pukulan dan cambukan yang diberikan agar menurut. Hal ini membuat mereka menderita.
Monyet adalah satwa liar dan satwa liar seharusnya hidup di hutan tidak berada bersama kita, manusia.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit