MEMELIHARA HEWAN APA DI DUNIA INI YANG TIDAK ADA SENINYA?

Oleh Suli Partono
Saat pemburu berupaya mendapatkan saya, dengan susah payah harus menemukannya dalam persembunyian di siang hari,saya dalah kukang, aktif di malam hari, dalam bersembunyi hampir sulit karena warna tersemarkan oleh dedaunan yang coklat, hanya dengan meringkuk bebas sudah terhindar dari predator alami .teman teman saya nanti  sebut mereka, HANYA manusialah yang mau mengusik tidur mereka, mengusik ketenangan naik turunnya pernapasan kedamaian
Hanya manusia yang tega dengan senang hati setelah mendapatkan tujuannya,lantas tanpa berdosa gigi gigi yang runcing hasil evolusi  ribuan tahun yang lalu untuk menyesuaikan keadaan sekarang,harus terpotongkan oleh alat alat potong karatan, yang pastinya membuat pilu hati.perpotongkan hanya karena beralasan untuk bisa di jual dengan aman.
Dalam kandang sementara mereka dikumpulkan persis seperti manusis zaman mesir kuno dalam film film, dalam kandang menjadi satu tanpa makanan,pasangan,kedudukan atau golongan…dari berbagai belahan hutan asli habitat mereka, sekarang sudah tidak ada hierarki sosial mereka, mimpi buruk.dalam kandang tak berseni tinggi mereka menunggu teman teman yang bernasib serupa menjalani hari hari penuh penderitaan.
Dalam kandang angkut dari daerah asal sampai tujuan tempat penjualan,teman teman mereka banyak yang mati,karena ditempatkan dalam karung karung goni ,dengan penempatan secara acak dengan karung goni lain yang berisi bukan hanya hewan lain namun bersamaan dengan berbagai kebutuhan manusia, hanya bertujuan mengelabuhi petugas  pemeriksaan yang berwenang di jalan raya.
Malam hari yang harusnya di nikmati bersama pasangannya atau keluarganya dengan di iringi panorama bulan yang hampir penuh adalah peran kesejatian alam kodrati, harus menerima perlakuan yang kasar akan pemindahan kedalam kandang kandang jual besi karatan tanpa memperdulikan rengekan tangis mereka.hal seperti dilakukan setelah mereka sampai di tempat tujuan dalam hiruk pikuk pekerjaan yang super kilat berburu dengan waktu.
Siang hari di tengah sengatan matahari ibukota,pasar pasar burung ataupun pasar kagetan adalah hari hari sedih yang harus di jalani bersama satwa satwa lainnya, yang di lakukan hanya menunggu waktu berpindah tempat atau menunggu ajal. Ya begitu mudah memang ajal menjemput, yang beruntung artinya segera di beli namun yang belum harus menjalaninya
Mendiami tempat baru belum tentu akan meninabobokan para satwa yang aktif malam hari ini, perlakukan grooming bagi ‘penyayang’ hanya membawa nasib makin menderita.ringikan atau cericitnya hanya jiwa pembrontakan yang TIDAK MAU DI PEGANG, memperlihatkan giginya yang sudah dipotong hanyalah sindiran bahwa ENGKAU KEJAM, tanpa gigi ini saya tidak mungkin makan dengan sempurna,mungkin kelak saya akan sakit gigi, kelak saya akan mendapat infeksi yang mungkin kelak mempercepat saya mati.
Belum….belum ….belum mati, majikan saya akan mencari informasi ke internet, makanan apa yang sesuai, apa yang harus dilakukan saat satwa’kesayangan’ mengalami hal yang membuat mereka murung, ternyata mereka menemukan bahwa satwa tersebut dilindungi, beberapa pemelihara sudah mau berganti ‘hobi’ setelah ‘boneka kesayangan’ ngambek makan, lantas mengeyahkan mau menyerahkan ke rehabilitasi satwa saja, terlambat sudah .
Kenapa mereka tidak mencari dulu di dunia maya, hewan apa gerangan ditepi jalan ,pasar burung,pasar kaget depan mall, selalu tidur sementara yang lain jingkrak sana sini, kadang berambut pirang,albino  kata mereka.
Maka mana nilai seni memeliharanya di semua lini menyengsarakan saya.sampai akhirnya saya betul betul mati.
Akhirnya onggokan tanah merah tempat saya terakhir,di bawahnya saya pulas mengenang kisah sendiri, mengenang akan hidup yang terlahir sebagai kukang,  semoga saya yang terakhir,semoga saja.cerita ini dari kisah kisah nyata berbagai kukang terjadi di rehabilitasi satwa iar ciapus.
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit