Laporan Penilaian Cepat Populasi Orangutan, Biodiversity, Vegetasi dan Kedalaman Gambut PT. Mohairson Pawan Khatulistiwa (MPK) Blok Hutan Sungai Putri (Sentap Kancang) Ketapang, Kalimantan Barat

by in News, Updates 4 June, 2018

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pada bulan November dan Desember 2017, tim ahli yang terdiri dari tim Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), didampingi oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat Seksi II Ketapang, serta tim Wetland International Indonesia (WII) telah melaksanakan rapid assesment di konsesi PT. MPK. Penilaian cepat ini meliputi survei populasi orangutan dan keanekaragaman hayati lainya, kondisi vegetasi, serta penilaian kedalaman kubah gambut dan distribusinya di konsesi PT. MPK, Blok Hutan Sungai Putri (Sentap Kancang), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan menunjukan bahwa kepadatan rata-rata populasi orangutan di konsesi PT. MPK antara 2.14 – 3.17 ind/km2 at atau berdasarkan dengan perkiraan jumlah populasi yaitu 813 sampai 1204 individu. Nilai kepadatan ini berhubungan dengan kepadatan yang sebelumnya ditemukan pada blok hutan Sungai Putri dengan kerapatan rata-rata 2.27 orangutan per km2 dan jumlah individu orangutan diperkirakan antara 900 dan 1250 individu (Utami-Atmoko et.al., 2017). Ini adalah populasi orangutan yang sangat besar yang sangat penting untuk kelangsungan hidup orangutan di dalam lanskap Ketapang.

Populasi 900-1250 individu merupakan populasi orangutan terbesar di Kabupaten Ketapang, terbesar ketiga di Provinsi Kalimantan Barat setelah Taman Nasional Gunung Palung dan Betung Kerihun, juga merupakan salah satu populasi orangutan terbesar yang berada di luar kawasan lindung diseluruh Indonesia.

Hasil survei kami juga menunjukkan bahwa, berdasarkan distribusi ketebalan gambut di konsesi PT. MPK dan menurut PP. 71 tahun 2014 dan PP. 57 tahun 2016, lebih dari 40.000 hektar lahan gambut (sekitar 84 persen) termasuk ke dalam ekosistem gambut dengan zona fungsi lindung.

Blok Hutan Sungai Putri sangat penting dalam upaya konservasi orangutan, konservasi lahan gambut dan konservasi keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, kami mendorong agar areal ini bisa dilindungi dan dilakukan tindakan untuk menghentikan alih fungsi hutan atau pembalakan liar, dan kanal-kanal yang mengancam kubah gambut harus benar-benar ditutup serta dipulihkan. Jika hutan Sungai Putri dibuka, hal ini dapat menyebabkan kematian ratusan individu orangutan dan juga menyebabkan kerusakan lahan gambut yang kaya akan karbon akibat kerusakan bersifat permanen yang akan berdampak besar bagi perekonomian dan kesehatan mayarakat pada kawasan ini, serta berkontribusi meningkatkan angka emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Indonesia. Seluruh wilayah lanskap Sungai Putri perlu dilindungi, sebagai kesatuan hidrologi lahan gambut yang memiliki peran penting dalam kelangsungan seluruh ekosistem pada kawasan ini. Kegagalan melindungi kubah gambut ini akan meningkatkan risiko kebakaran hutan sehingga akan mengancam populasi orangutan sekaligus hutan dengan nilai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Kawasan lahan gambut ini berdampingan dengan garis pantai, sehingga kerusakan pada ekosistem gambut akan berdampak risiko salinisasi lahan pertanian di daerah tersebut, dan akan mengancam mata pencaharian ribuan masyarakat yang tinggal disekitar kawasan ini.

laporan versi lengkap dalam bahasa Indonesia dapat diunduh di sini dan you can download English version here

One Comment

Leave a Reply

    Cart