Kisah sedih perpisahan Boy si Orangutan dari keluarga adopsinya

Merdeka.com – Elsi, seorang anak di Desa Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tak kuasa menahan tangis. Dia terpaksa berpisah dengan Boy Parnamuan, Orangutan Kalimantan yang sudah bersamanya hampir 3 tahun terakhir.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Kamis (22/1), mendatangi rumahnya, menjemput Orangutan kesayangan Elsi. Penyerahan satwa terancam punah dan dilindungi itu berlangsung dramatis.

Tiap harinya Boy selalu menemani keseharian Elsi. Dia bahkan sempat menjabat tangan Boy yang sudah berada di dalam kandang besi BKSDA Kalimantan Barat, sebagai tanda perpisahan.

“Sudah tiga tahun bersama Boy. Iya, dekat sekali. Sedih sekali harus berpisah. Sehari-hari dikasih makan susu, ajak jalan-jalan ke warung,” kata Elsi, kepada wartawan saat ditemui di kediamannya.

Penyerahan Orangutan itu merupakan inisiatif orangtua Elsi, Elwadus dan Eliya Natalia. Mereka menyadari, satwa Orangutan merupakan satwa yang dilindungi dan selayaknya diserahkan ke pemerintah.

“Saya ikhlas, demi kelestarian alam Indonesia. Saya mengajak teman-teman se-Tanah Air, kalau menemukan hewan itu (Orangutan), bisa memeliharanya dengan baik dan diserahkan ke pemerintah,” kata Eliya.

“Saya memeliharanya 2 tahun dua bulan. Sebelumnya, diselamatkan oleh karyawan bapak (suaminya) yang menjaga kamp, menemukan bayi Orangutan dalam kondisi lemah. Kemungkinan terlepas dari pelukan ibunya,” cerita Eliya.

Terpisah, Kepala BKSDA Kalimantan Barat Sustyo Iriono menerangkan, penjemputan petugas BKSDA berawal dari informasi masyarakat, terkait adanya warga yang ingin menyerahkan Orangutan.

“Setelah dicek, ada seorang warga namanya Elwadus, mau menyerahkan Orangutan jantan. Akhirnya disepakati, untuk dievakuasi. Saat ini ada di BKSDA Kalimantan Barat. Rencana selanjutnya, akan diserahkan ke Yayasan Inisiasi Alam untuk dilakukan rehabilitasi,” ungkap Sustyo.

Kondisi Orangutan Boy itu sendiri, dalam kondisi sehat. Pemiliknya, Elwadus dan Eliya, memang memeliharanya dengan sangat baik, sedari Boy masih bayi. Keinginan warga untuk menyerahkan Orangutan sebagai salah satu satwa dilindungi ini, harus diapresiasi dan ditiru bagi masyarakat lainnya.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit