Kembalinya Cemong Ke Ketapang


Cemong adalah seekor bayi Orangutan jantan berumur sekitar 2 tahun yang berasal dari Matan, Teluk Melano Ketapang. Setahun yang lalu Cemong diambil oleh masyarakat untuk dirawat karena merasa kasihan dengan kondisi Cemong saat itu, luka parah dengan jari tangan yang patah.
Habitat tempat tinggal Cemong tergusur oleh pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Menurut informasi yang didapat pada saat masyarakat mengambil Cemong induknya sudah mati. 
 Setelah setahun dipelihara kondisi Cemong cukup baik dan saat ini berat badannya 7 Kg. Ibu Sari yang memelihara Cemong sadar bahwa memelihara Orangutan adalah melanggar undang-undang maka beliau kemudian menghubungi WWF. WWF kemudian melapor kepada BKSDA Pontianak bahwa ada seorang Ibu yang igin menyerahkan Orangutan-Cemong.
Pada tanggal 25 Januari 2011 tim dari IAR Ketapang dan BKSDA Pontianak bergerak menuju ke rumah Ibu Sari di Jl. Wonodadi 1, Gg. Pada Rukun2 No 2, Desa Arang Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya Pontianak untuk melihat kondisi Cemong. 
Tanggal 26 Januari 2011 Cemong berhasil di evakuasi ke Ketapang dan sekarang berada di kandang transit IAR Ketapang untuk di karantina dan untuk diobservasi kondisinya.   
Selamat datang kembali Cemong di kampung halamanmu !!!!!

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit