Kembali ke Alam, Empat Individu Orangutan Kini Menghuni TNBBBR

 

Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) kembali melepasliarkan empat individu orangutan kalimantan, Pongo pygmaeus. Keempatnya adalah, Dany, Anas, Mama Semak dan anaknya, Baby Pai, pada Senin 2 Mei 2016. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi Kalimantan Barat, kembali menjadi tempat pelepasliaran.

Dany merupakan orangutan jantan yang diselamatkan tim gabungan BKSDA dan YIARI pada Desember 2015 di Sei Mata, Kabupaten Kayong utara. Dany kedapatan masuk kebun warga akibat ketidaktersediaan pakan di hutan, habitat asalnya. Anas diselamatkan Januari 2016, di perkebunan nanas warga Tanjungpura, tidak jauh dari shelter YIARI, di Kabupaten Ketapang. Sedangkan  Mama Semak dan bayinya, Baby Pai, diselamatkan dari perkebunan warga di Sei Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Keempat orangutan ini diselamatkan lantaran habitatnya hilang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) 2015.

Sebelum dilepasliarkan, keempatnya telah menjalani perawatan di karantina YIARI Ketapang. “Semua orangutan yang dilepasliarkan sudah melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh, meliputi perilaku dan mental,” ungkap Ayu Budi Handayani, Animal Care Manajer YIARI.

Pelepasliaran kali ini merupakan yang kedua di TNBBBR, sebelumnya BKSDA bersama YIARI dan BTNBBBR juga melepasliarkan dua individu orangutan di lokasi yang sama. “Penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran ini merupakan upaya konservasi sekaligus mempertahankan kehidupan orangutan di habitat alaminya,” kata Tantyo Bangun, Ketua Umum YIARI.

 

Dany yang kini menghuni TNBBBR. Foto: YIARI

 

Kawasan hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya ini didominasi puncak-puncak pegunungan Schwaner. Keberadaan pegunungan tersebut merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan tropika pegunungan. Habitat yang cocok dan layak untuk tempat pelepasan orangutan.

“YIARI akan bekerja sama dengan masyarakat sekitar TNBBBR untuk melakukan manajemen partisipatif zona tradistional di areal Menukung dengan harapan masyarakat sejahtera dan hutan tetap terjaga,” kata Tantyo. Dengan melindungi orangutan dan habitatnya, YIARI berharap TNBBBR bisa memberi manfaat kepada masyarakat setempat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, Sustyo Iriyono, menambahkan, kekayaan alam Indonesia harus dijaga dan upaya pemanfaatan harus dibarengi dengan pelestarian yang sepadan. Upaya tersebut melalui perlindungan, penangkaran, dan perbaikan habitat. “Perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar dan kepemilikan satwa liar yang dilindungi undang-undang untuk kesenangan harus dihentikan” tegas Sustyo.

Temenggung Adat Mentatai, Tingas, yang turut dalam kegiatan pelepasliaran orangutan menuturkan pada dasarnya masyarakat setempat mendukung. “Kita harapkan, antara pemerintah dan pihak desa dan masyarakat, terjalin kerja sama yang baik, yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.”

 

Dany beserta tiga orangutan lainnya yang dilepaskan di TNBBBR. Foto: YIARI

 

Berharga

TNBBBR memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, ada 817 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 139 famili. Diantaranya dipterocarpaceae, myrtaceae, sapotaceae, euphorbiaceae, lauraceae, dan ericadeae.

“Penentuan lokasi pelepasliaran ini juga berdasarkan hasil survei yang menyatakan bahwa lokasi tersebut memiliki ketersediaan pakan alami, ruang dan keamanan yang menjamin dari predator alami orangutan,” tambah Tantyo.

Hingga saat ini, survei phenology dan sensus satwa terus dilakukan oleh Staf Monitoring YIARI yang dipimpin oleh Dieka Pertiwi. Survei tersebut untuk mengetahui dan memastikan ketersediaan pakan serta daya adaptasi satwa, kondisi terkini dan perilaku satwa di habitat barunya.

Menurut Tantyo, keberhasilan pelepasan kedua di TNBBBR ini merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian orangutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat, setelah pelepasliaran yang pertama sukses dilakukan. “Harapan ke depan, kegiatan ini tetap berlanjut karena berkontribusi terhadap kehidupan orangutan tanpa melupakan keberadaan masyarakat sekitar,” paparnya.

 

Peta TNBBR. Sumber: Bukit Baka Bukit Raya.org

Sumber: http://www.mongabay.co.id/2016/05/11/kembali-ke-alam-empat-individu-orangutan-kini-menghuni-tnbbbr/

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit