Kemah Konservasi YIARI Bersama Gerakan Pramuka Ketapang

Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Ketapang, akhirnya merampungkan kerjasama dengan mengadakan kemah Konservasi YIARI dengan skema Kepramukaan pada Jum’at (25/4). Berbeda dengan kemah konservasi biasanya, kemah konservasi YIARI bersama Pramuka ini lebih menekankan kepada pemenuhan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Lingkungan hidup bagi para anggota pramuka. “Kegiatan kemah konservasi ini sangatlah berguna bagi para anggota pramuka, karena sesungguhnya lingkungan hidup sangatlah dekat dengan pramuka yang sering berkegiatan di alam terbuka,” ujar pengurus harian Kwarcab Ketapang, Luthfi.

Sebanyak 10 orang siswa siswi yang berasal dari berbagai Gugus Depan mengikuti kemah konservasi ini. Tema yang diangkat dalam kemah kali ini adalah “Transformasi Generasi Muda Aktif Konservasi dan Pengujian SKK TKK”. Supervisor Edukasi YIARI Ketapang, Dwi Riyan mengungkapkan, “untuk kemah Konservasi YIARI bersama pramuka, akan lebih menekankan kepada materi yang disesuaikan dengan pemenuhan SKK Lingkungan hidup yang sebagian besar mengacu ke materi Lingkungan hidup pada umunya, namun akan tetap disampaikan materi tentang konservasi Orangutan”.

Kemah konservasi YIARI ini diawali dengan upacara pembukaan sebagai bagian dari budaya kepramukaan sebelum memulai kegiatan. Dalam sambutannya, Lufthi menekankan bahwa kemah ini merupakan kesempatan langka bagi ana-anak anggota pramuka di setiap sekolah, sebab mereka semua terpilih dari sekian banyak peserta lain yang juga ingin mengikuti kemah ini. “Oleh karena itu, kegiatan ini harus benar-benar bisa dimanfaatkan untuk belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya,” tambahnya.

IMG_3410Kegiatan hari pertama diisi dengan pemutaran film dan Diskusi. Beberapa film diputarkan guna menstimulasi anak-anak agar bisa berpikir lebih jauh tentang apa yang terjadi di Lingkungan kita saat ini. Beberapa anak-anak bahkan telah bisa menghubungkan lebih jauh bahwa dasar dari semua kerusakan ini adalah motif ekonomi dan lemahnya penegakkan hukum. “Di tempat saya, daerah Ulak Medang dulu banyak sekali hutan, tetapi sekarang hutan sudah semakin jauh dan udara semakin panas, semua dikarenakan masuknya perusahaan sawit,” ungkap Jun, salah satu peserta kemah dari SMA N 4 Ketapang.

Keesokan harinya, peserta melaksanakan trekking, untuk menerima materi langsung di alam terbuka. Sesuai dengan materi pengujian SKK lingkungan hidup, materi yang diberikan berkaitan dengan Pelestari ekosistem dan sumber daya genetik (Pos 1), Jasa Lingkungan dan konservasi orangutan (Pos 2), dan Perilaku ramah lingkungan (Pos 3). Peserta terlihat sangat antusias, dan menerima materi dengan baik. Games kekompakan juga dilakukan di tengah-tengah trekking, sehingga mereka bisa sedikit merelaksasikan diri setelah menerima banyak materi sebelumnya.IMG_3470

IMG_3521Sesampainya di Camp, peserta bersih-bersih dan melanjutkan acara selanjutnya yaitu lomba membuat poster. Pembuatan poster ini juga menjadi indikator anak-anak sejauh mana mereka bisa memvisualisasikan materi lewat gambar. Selanjutnya dilakukan presentasi sekaligus malam kreasi seni. “Menurut kami kesadaran dari masyarakat adalah kunci agar perusakan lingkungan bisa di hentikan dan orangutan bisa dilestarikan” tegas Wahid saat kelompok 2 melakukan presentasi.IMG_3526

Hari terakhir (27/4/2016), peserta melaksanakan pengujian SKK. Peserta diuji oleh 3 penguji yang juga pemateri setiap pos. Pengujian ini adalah inti dari semua kegiatan kemah, untuk mengetahui apakah peserta menerima materi dengan baik atau belum dan pengujian dilakukan secara lisan. Kegiatan secara umum berjalan lancar. Semua peserta bisa melewati pengujian dengan baik. “kami sangat berharap kerjasama ini bisa terus dilakukan, sebab kwarcab sangat terbantu dengan program YIARI, serta harapannya diakhir tahun bisa melaksanakan perkemahan dengan skala lebih besar” Ungkap Lufthi.

Kegiatan kemah konservasi YIARI ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi anggota gerakan pramuka untuk menimba ilmu dan kemampuan berkaitan dengan Lingkungan hidup. Harapannya juga setelah kegiatan ini para anggota pramuka bisa berkarya dan membuat aksi lingkungan hidup dalam ruang lingkup kepramukaan dan terpatri dalam kehidupan mereka sehari-hari.

 

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit