IAR kembali selamatkan Orangutan

International Animal Rescue (IAR) Indonesia kembali menyelamatkan Orangutan. Setelah akhir Oktober lalu tim IAR berhasil menyelamatkan Orangutan betina bernama Mely dari ikatan rantai belasan tahun, IAR bergerak lagi Jumat kemarin untuk menyelamatkan satu Orangutan jantan berusia 13 tahun. Orangutan bernama Monte itu dievakuasi dari rumah pemiliknya di Monterado, Kalimantan Barat, oleh IAR bersama tim BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) yang berangkat dari Pontianak.

Selama ini Monte menjalani hidupnya 12 tahun dalam kandang. Walaupun ia bisa berdiri di dalamnya, ia dirantai karena semakin dewasa ia makin kuat dan bisa saja mendobrak pagar kandang. Pagi ini, Sabtu 20 November, Monte sudah bisa tidur di tempat yang jauh lebih nyaman. Ia kini sudah berada di pusat rehabilitasi IAR di Ketapang, Kalimantan Barat. Dengan tim dokter hewan dan perawat satwa, tempat ini aman baginya.

Kondisi tubuhnya sangat menyedihkan, menurut drh. Karmele Sanchez, Direktur Veteriner IAR Indonesia, Monte menderita malnutrisi. “Monte adalah orangutan paling malang yang saya temui selama ini. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana ia bisa bertahan hidup di sana. Saat tiba di Ketapang, untuk berjalan dan memanjat tali dalam kandang saja kakinya bahkan gemetar,” papar drh. Karmele.

Memelihara Orangutan adalah tindakan melanggar hukum. Tapi tetap saja mereka ditangkapi dari hutan. “Kita harus bergerak bersama Pemerintah Indonesia dan LSM lain untuk menjalankan program-program penegakan hukum. Jika tidak, kita tinggal melihat orangutan lenyap dari hutan Kalimantan..” papar drh. Karmele.

Di Kalimantan Barat saja, populasi Orangutan diperkirakan berkurang 50 persen dalam 10 tahun terakhir. Sementara menurut data Juni 2009 dari Yayasan Titian, jumlah Orangutan liar yang masih tersisa di Kalimantan Barat diperkirakan 6.675 individu dengan dua spesies utama Pongo pygmaeus pygmaeus dan Pongo pygmaeus wurmbii.

International Animal Rescue (IAR) adalah lembaga non profit yang bekerja menolong satwa yang menderita (sesuai namanya). IAR juga menjalankan program-program vaksinasi dan sterilisasi bagi anjing dan kucing jalanan untuk mengontrol populasi mereka. IAR mendirikan kantor di
Inggris, India, Amerika Serikat, Belanda, Indonesia dan Malta. Di Indonesia, IAR berfokus pada penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran Orangutan, Kukang, dan Macaca.

(Foto-foto oleh Fery Latief)

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit