Kukang (Nycticebus sp) merupakan primata unik yang terancam punah karena perdagangan dan kurangnya data ekologinya di alam. Ancaman terbesar terhadap kelestarian kukang yang utama adalah perdagangannya untuk peliharaan. Perdagangan satwa liar merupakan ancaman serius terhadap banyak keanekaragaman hayati dunia. Dalam skala global, perdagangan satwa liar merupakan industri beromzet milyaran rupiah yang memberikan peluang ekonomi yang menarik dan menguntungkan bagi mereka yang terlibat. Meskipun perlindungan dalam bentuk Undang-undang sudah ada (UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya), tetapi perdagangan ilegal satwa liar tetap pada tingkat yang mengkhawatirkan. Jika tidak dikontrol dengan baik, perdagangan satwa liar dapat mengakibatkan eksploitasi yang berlebihan dan berujung pada kepunahan spesies.

Berkaitan dengan itu Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menggelar Workshop Konservasi Kukang: Pengenalan Kukang dan Tantangan Konservasinya pada:

Hari/Tanggal : Kamis, 25 Juni 2015

Waktu : 13.00 – 16.30 WIB

Lokasi :  Kantor Perum Perhutani Jawa Barat dan Banten

Jalan Soekarno Hatta No. 628 Bandung