DARM IAR Sebuah Program Baru untuk Penyelamatan Anjing dan Kucing.

Rescue anjing milik warga Desa Loa
DARM IAR yang merupakan kependekan dari Domestic Animal Rescue Mission International Animal Rescue adalah sebuah program baru IAR yang dimulai dari bulan Desember 2010. Program ini bertujuan untuk merescue anjing dan kucing yang terluka atau sakit dari desa-desa yang berada dekat dengan kantor IAR di Ciapus.

Program ini dilakukan atas dasar hasil pengamatan tim IAR yang sering melewati desa Loa (salah satu desa di dekat kantor IAR Ciapus) dalam perjalanannya menuju lokasi monitoring atau pelepasliaran Kukang Jawa. Menurut mereka banyak anjing dewasa maupun anak-anak di desa dan beberapa diantaranya dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kucing liar yang ditangkap saat rescue

Kegiatan DARM IAR ini terutama berfokus pada proses sterilisasi anjing dan kucing. Sterilisasi berarti pensterilan organ kelamin sehingga anjing dan kucing yang telah disteril tidak dapat berkembangbiak lagi (tidak bisa memikili anak). Anjing dan kucing yang ditangkap di desa kemudian dibawa ke klinik IAR untuk diberikan sterilisasi lalu setelah kondisinya cukup baik akan dikembalikan ke daerah asalnya.
Mengapa dilakukan proses sterilisasi?
Sterilisasi dilakukan untuk mengontrol populasi anjing dan kucing baik liar maupun peliharaan yang ada di desa sekitar kantor IAR Ciapus-dalam hal ini desa Loa.
operasi menjahit luka pada kucing
Drh. Sharmini Paramasivam menjelaskan masa bunting anjing dan kucing kurang lebih 2 bulan dan setiap kali melahirkan jumlah anaknya bisa 8-10 ekor (walau tidak semua bisa selamat dan hidup); dalam setahun anjing dan kucing bisa beranak 2 sampai 3 kali yang berarti jumlah populasi bisa bertambah paling tidak lebih dari 5 ekor untuk 1 betina.
Populasi anjing dan kucing di desa Loa sangat tinggi dikarenakan hampir semua anjing dan kucing yang ada di desa Loa adalah hewan liar yang sulit dikontrol perkembangbiakannya. Hal ini menyebabkan tingginya jumlah anak kucing dan anjing, beberapa dari mereka bahkan mati karena ditabrak oleh mobil.
Selain itu dari hasil pengamatan tim dari IAR yang datang ke lokasi, banyak anjing dan kucing yang terkena penyakit. Beberapa orang bahkan meminta tim untuk tidak mengembalikan kucing setelah dibawa ke IAR untuk disteril, alasannya adalah jumlah kucing yang teralu banyak dan berpenyakit seperti penyakit flu kucing. Juga ada beberapa anjing yang ternyata diracun sehingga kondisinya sangat memprihatinkan.
Program ini mendapat sambutan baik dari warga desa Loa, satu-satunya yang jadi masalah bagi mereka adalah “Apakah saya harus membayar untuk sterilisasi?” Setelah dijelaskan oleh tim bahwa program ini gratis mereka menyambut dengan baik bahkan beberapa orang membantu menangkap anjing dan kucing.

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit