“BERBAGI RUANG DENGAN KUKANG JAWA”

Winar, saat presentasi di Obrolan Kamis Sore

Oleh: Ayut Enggeliah E.
Tahukah Anda, bahwa Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) adalah merupakan salah satu jenis primata Indonesia yang paling terancam punah didunia selain orangutan sumatera (Pongo abeli), Tarsius siau (Tarsius tumpara) dan Simakubo (Simias cocolor). 
Permasalahan utama terancam punah pada jenis Kukang Jawa adalah perdagangan, perburuan dan semakin menyempitnya habitat alaminya, ternyata berdasarkan survey dan monitoring yang dilakukan oleh IAR-Indonesia yaitu banyak ditemui dilapangan bahwa jenis Kukang Jawa lebih menyukai hidup di hutan yang tidak terlalu rapat (yaitu hutan kebun/talun), bahkan sampai turun keladang penduduk sekitar kawasan hutan. Hutan kebun/talun adalah merupakan hutan sekunder yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam, Kukang Jawa lebih menyukai tinggal di hutan kebun karena ketersediaan pakan utama mereka seperti serangga (ngengat, jangkrik, ulat), tokek dan tinggal dibeberapa jenis pohon yang dimanfaatkan oleh manusia seperti pohon nangka dan pete untuk dimanfaatkan getahnya untuk dimakan.
Hal inilah yang memicu semakin tingginya angka perburuan karena pemburu tidak harus berburu kedalam hutan primer untuk berburu Kukang Jawa cukup disekitar hutan kebun, tetapi berbanding terbalik dalam upaya rehabilitasi jenis ini, tidak mudahnya upaya pelepasliaran Kukang jawa karena syarat satwa dianggap survive atau layak lepasliar selain kesehatan dan kesiapan sifat liarnya juga sehatnya alat utama bertahan hidup Kukang Jawa adalah keberadaan gigi taring yang lengkap, karena sekitar 90% Kukang Jawa yang sudah ditangan pedagang akan dipotong bahkan cabut dengan proses yang menyakitkan tanpa menggunakan obat bius sehingga mengakibatkan infeksi bahkan kematian.
Kondisi ini yang menyebabkan keterbatasan kandang (penuh) di pusat rehabilitasi Yayasan IAR-Indonesia karena dari sekitar 90 ekor penghuni kandang hanya sekitar 15% yang layak lepasliar, bisa kita bayangkan ada berapa banyak waiting list (daftar tunggu) lainnya yang layak diselamatkan dan masih menjadi satwa peliharaan dimasyarakat.
Hasil monitoring Kukang Jawa oleh Yayasan IAR Indonesia selama ini menggunakan radio collar yang di lepasliarkan dari kawasan ternyata cenderung turun ke hutan kebun bahkan sampai dikebun/ladang masyarakat disekitar kawasan hutan. Adalah dibutuhkan kerja bersama dengan masyarakat sekitar habitat Kukang Jawa untuk saling menjaga dengan memberikan awareness tentang arti penting Kukang Jawa bagi masyarakat.
Pada tanggal 26 Januari 2012 tim dari Yayasan IAR Indonesia diberikan kesempatan sharing dalam kegiatan OKS (Obrolan Kamis Sore) yang diinisisi oleh Yayasan Gibbon Indonensia-JPL (Jaringan Pendidikan Lingkungan) untuk memberikan informasi tentang tema “Berbagi Ruang Dengan Kukang Jawa”, ada banyak masukan yang kita dapatkan mulai dari membuat suatu program Awareness yang tidak hanya melibatkan tetapi mengajak masyarakat untuk melindungi dan berbagi ruang dengan Kukang Jawa.
Program Awareness Kukang jawa dari Yayasan IAR Indonesia ini dilakukan disekitar Jawa Barat sebagai salah satu habitat yang membutuhkan kerja bersama dari semua masyarakat juga disekitar kawasan hutan selain tetap terus mengupayakan penegakan hukum di Indonesia.
Tidak mudah memang kerja Yayasan IAR Indonesia selama ini dalam upaya rehabilitasi dan melepasliarkan Kukang, tetapi akan sangat berarti apa bila keterlibatan masyarakat dalam melindungi Kukang Jawa. Dan apa yang bisa kita bantu??
”Mari peduli, melindungi dan menghargai untuk berbagi ruang dengan Kukang jawa”
*foto : Koen_JPL
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit