Menjaga Kelestarian Bentang Alam Batutegi

by in Release Berita, Updates 23 August, 2019

Tak seperti biasanya, rumah bercat kuning di ujung jalan itu terlihat ramai. Dua orang tampak mondar-mandir bergantian membawa tas besar, sementara satunya fokus mengikat barang-barang di atas motor trail. Sabtu (24/07) pagi itu menjadi waktu yang sibuk bagi tim IAR Indonesia mengemas perlengkapan dan bersiap masuk ke hutan untuk melakukan survei di kawasan Hutan Lindung Batutegi.

Survei Keanekaragaman Hayati dengan menggunakan metode smart-patrol ini rutin dilakukan dan merupakan salah satu program kerja sama antara IAR Indonesia dengan Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) Batutegi sebagai pengelola kawasan. Sebagai informasi, smart-patrol adalah aplikasi penunjang tim lapangan yang bukan sekadar perangkat untuk mengumpulkan data, namun lebih dari itu, dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis dan dibuat untuk membantu perlindungan kawasan konservasi.

Hutan Lindung Batutegi yang berada di Kabupaten Tanggamus, Lampung, kaya akan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Selain memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan seperti tata air, pengendali erosi, dan pemelihara kesuburan tanah, kawasan dengan luasan sekitar 58.000 ha tersebut juga menjadi daerah aliran sungai (DAS) prioritas di Provinsi Lampung, karena fungsinya sebagai catchment area untuk sumber air irigasi.

Tidak hanya itu, HL Batutegi menjadi salah satu rumah dari beragam jenis primata seperti, siamang (Hylobates syndactylus), kukang sumatera (Nycticebus coucang), owa (Hylobates spp), lutung simpai (Presbytis melalophos) serta menjadi habitat yang nyaman bagi kambing gunung (Capricornis sumatraensis), beruang madu (Helarctos malayanus), kucing emas (Pardofelis temminckii), dan tapir (Tapirus indicus).

Survei rutin dilakukan untuk menginventarisir keragaman hayati di kawasan HL Batutegi.

Untuk menjaga kebermanfaatan dan potensi keragaman hayati di dalamnya bukanlah hal mudah. Sejumlah ancaman seperti perburuan satwa, pembukaan lahan secara ilegal yang sering mengintai menjadi tantangan untuk menjaga kelestarian bentang alam Batutegi.

“Secara berkala, seraya melakukan inventarisasi keragaman hayati tidak jarang saya menemukan jerat, jejak perburuan hingga perambahan hutan di dalam kawasan,” tutur Miftakhul Huda, Koordinator IAR Indonesia untuk Program Konservasi Batutegi. Batutegi lanjut Huda bukan sekadar hutan, melainkan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya yang harus dijaga dan dikelola secara bijak.

Huda mengungkapkan, survei yang dilakukan sejak awal 2019 ini menemukan setidaknya puluhan kasus aktivitas perburuan satwa liar di dalam kawasan HL Batutegi. Temuan tersebut berupa berbagai jenis jerat seperti sling kawat, rotan, getah, hingga jaring untuk menangkap burung. Menurut dia, tingginya angka temuan tanda perburuan tersebut dapat mengakibatkan menurunnya populasi satwa liar. Hal ini berdampak buruk bagi keberadaan dan kelangsungan hidup satwa liar dan ekosistem di dalamnya.

Selain ancaman, tanda-tanda keberadaan satwa juga teridentifikasi lewat survei ini. Tanda itu terdiri dari tapak/jejak, suara, cakaran, kubangan, bekas pakan, kotoran, sarang dan gesekan badan yang terdiri dari kelas primata, aves, dan mamalia. Ini menggambarkan potensi HL Batutegi yang memang kaya akan keragaman hayatinya.

Lewat Program Survei Keanekaragaman Hayati yang dilakukan secara berkala bersama KPHL Batutegi, IAR Indonesia berupaya menjaga dan melestarikan bentang alam HL Batutegi. Kegiatan ini berupa pendataan kekayaan keragaman hayati yang dilakukan secara rutin bersama Polhut KPHL, masyarakat lokal, serta relawan. Pelibatan masyarakat di sini bertujuan untuk dapat menumbuhkan rasa memiliki dan menjaga HL Batutegi. “Selain pendataan, semua temuan yang dicatat tentu nantinya diharapkan menjadi rekomendasi dan strategi pengelolaan konservasi kawasan Batutegi selanjutnya,” tutup Huda.

Leave a Reply