Cinta Tak Harus Memiliki

Bandung- Upaya melindungi Kukang (Nycticebus sp) dari kepunahan. Salah satunya dengan turun ke jalan, membagikan stiker, dan memberikan informasi tentang hewan bermata besar itu ke masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Komunitas Kukangku.

Sambil membawa poster bergambar Kukang dengan berbagai tulisan, “Cinta Tidak Harus Memiliki”, “Jangan Membeli Kukang”, dan “Jangan Pelihara Kukang” para anggota komunitas ini menghampiri komunitas Pecinta Reptil, yang kebetulan sedang berkumpul di daerah Cikapundung Timur

Tanpa basa basi, Risanti, salah satu anggota Kukangku menghampiri beberapa anggota Pecinta Reptil yang sedang berbincang sambil menggendong peliharaan mereka. Risanti pun memancing pengetahuan mereka terkait Kukang (Nycticebus sp).

“Kukang bukan peliharaan, penderitaan mereka sudah dimulai sejak mereka ditangkap oleh para pemburu,” jelasnya kepada beberapa anggota pecinta Reptil.

Risanti menceritakan penderitaan Kukang (Nycticebus sp) sebagai hewan yang terancam punah akibat dipelihara manusia (Mega | Ayobandung)
Risanti menceritakan penderitaan Kukang (Nycticebus sp) sebagai hewan yang terancam punah akibat dipelihara manusia (Mega | Ayobandung)

Dia juga melanjutkan kisah tragis hewan yang aktif pada malam hari itu. Mulai dari perburuan, kematian Kukang (Nycticebus sp) akibat ditempatkan di kandang yang buruk, kematian akibat inveksi setelah para penjual memotong paksa taring mereka, hingga kematian di tangan para pemelihara akibat perlakuan yang salah.

Menurut Risanti, banyak orang sudah mulai mengenali Kukang (Nycticebus sp). Tapi belum banyak yang mengetahui tentang penderitaannya.

“Kami hanya memberi pemahaman kepada masyarakat, bahwa pemusnah Kukang yang sebenarnya bukan hanya pemburu dan penjual, tetapi juga pemelihara,” kata Risanti kepada wartawan saat ditemui di sela-sela kegiatan kampanye, Sabtu (25/7/2015) sore.

Sejak kemunculannya pada 2014 lalu, Kukangku terus melakukan kampanye untuk menghindari kepunahan Kukang. Kampanye yang mereka lakukan di Cikapundung Timur adalah kampanye pertama mereka di tahun 2015.

Rencananya mereka akan melanjutkan kampanye di Car Free Day Dago. Mereka juga berniat menggelar kampanye ke beberapa kota yang jumlah komunitas pemelihara Kukangnya tinggi, seperti Tangerang dan Bekasi. (Mega)

Sumber : www.ayobandung.com

Share:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Event

Kabar Kukang

Kabar Orangutan

Tentang Kami

Yayasan IAR Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pelestarian primata di Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar. IAR Indonesia juga berkomitmen memberikan perlindungan primata dan habitatnya dengan pendekatan holistik melalui kerja sama multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan, satwa dan manusia.

Ikuti kami

Dapatkan yang terbaru dari kami

Tanpa spam dan hal yang mengganggu lainnya

Lainnya

Kabar Lainnya

Kilas Balik Kami di 2020!

Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2020. Kami yakin semua di antara kita mengalami hal yang sama, yakni perasaan

Dapatkan kabar terbaru kami

Penyelamatan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pemulihan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Pelepasliaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit