2 Tahun jadi Peliharaan Warga, BKSDA Evakuasi Bayi Orangutan

by in Kliping Media 28 March, 2018

EVAKUASI: Seorang petugas memberikan susu kepada bayi individu orangutan di kandang transit BKSDA Kalbar. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Menurut Paramita Rosandi dari Satgas Tumbuhan Satwa Liar (TSL) BKSDA Kalbar, evakuasi bayi individu orangutan tersebut berawal informasi dari Yayasan Titian Lestari. Yayasan tersebut, menurut dia, telah menginformasikan mengenai seorang warga di Dusun Terindak yang memelihara bayi orangutan.

“Setelah mendapatkan informasi itu, kami pun melakukan survei dan kemarin kami berhasil melakukan evakuasi individu orangutan, yang sebelumnya dipelihara oleh warga. Evakuasi bersama Yayasan IAR Indonesia dan Titian,” katanya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mita itu, perjalanan harus dilakukan mereka menuju lokasi evakuasi cukup jauh. Setidaknya, 4 jam waktu tempuh ditambah 2 jam berjalan kaki. “Lokasinya cukup jauh. Sekitar 4 jam ditambah 2 jam berjalan kaki. Karena harus melewati kebuh sawit yang susah untuk diakses menggunakan mobil,” katanya.

Berdasarkan keterangan sang pemilik, kata Mita, bayi orangutan tersebut ditemukan di sekitar wilayah desa. Di mana pada saat itu, si pemilik, menurut dia, sedang membuka lahan untuk perkebunan. “Menurut keterangan pemiliknya, bayi orangutan itu sudah dipelihara sekitar 2 tahun,” terangnya.

Dikatakan Mita, berdasarkan pemeriksaan dokter hewan, bayi orangutan yang saat ini dinamai Muaro ini cukup sehat dan terawat. Namun, secara detail dirinya tidak mengetahui dikarenakan ada tim kesehatan yang memeriksa satwa tersebut. “Menurut keterangan dari tim medis cukup sehat dan cukup terawat. Karena dipeliharanya menurut pendapatnya (pemelihara) seperti anak mereka sendiri, jadi cukup terawat,” imbuhnya.

Selanjutnya, satwa orangutan tersebut akan dikirim mereka pusat pelatihan dan rehabilitasi Yayasan IAR di Kabupaten Ketapang, bersama seekor kukang yang diserahkan oleh mahasiswa Untan dari hasil kegiatan Silva Camp di Bengkayang, ditambah seekor kelempiau hasil penyerahan warga di Kota Pontianak, yang sudah hampir satu bulan di BKSDA.

Sita Sembilan Ekor Tarantula

Di sisi lain, BKSDA Kalbar juga menyita sembilan ekor tarantula yang akan dikirim ke Surabaya melalui jasa ekspedisi di Bandara Internasional Supadio Pontianak. Menurut Mita, pada Kamis (8/2), pihaknya dihubungi oleh petugas dari Jasa Titipan Kilat di Kota Pontianak, yang memberitahukan bahwa ada titipan kilat yang disinyalir merupakan satwa liar, namun belum diketahui jenis apa.

Tidak terlalu lama petugas langsung meluncur ke Kantor Jasa Titipan Kilat. Disaksikan oleh kedua belah pihak, paket tersebut kemudian dibuka.

Setelah dibuka, mereka mendapati sembilan ekor satwa jenis tarantula yang dibungkus menggunakan botol air kemasan berukuran 330 milimeter.

Dari data yang terdapat dalam kardus pengiriman, tercatat pengirim hanya menggunakan nomor HP dan ketika dihubungi tidak aktif. Sedangkan tujuan pengiriman tercatat untuk Osse Bima dengan alamat Rungkut Kidul Tangkis 48, Surabaya.

“Kami sudah mencoba untuk menghubungi nomor telepon dan alamat yang tertera pada paket pengiriman, namun alamat dan nomor telepon tersebut palsu,” katanya.

Tarantula merupakan nama yang diberikan untuk salah satu jenis laba-laba dengan ukuran sangat besar yang umumnya berbulu. Laba-laba ini masuk pada famili Theraphosidae dan paling tidak ada sekitar 800 spesies yang telah berhasil diidentifikasi. Sebagian besar spesies tarantula tidak berbahaya untuk manusia, dan beberapa jenis spesies lainnya menjadi terkenal karena diperdagangkan sebagai hewan peliharaaan eksotik.

Tarantula dapat menggigit, karena seperti laba-laba pada umumnya, tarantula memiliki taring dan gigitannya dikenal menyakitkan untuk manusia. Sedangkan nama tarantula berasal dari satu kota di Italia yaitu Taranto. Hampir semua tarantula asli Indonesia adalah jenis old world. Pada umumnya seluruh tubuh  tarantula hingga ke kaki kakinya yang panjang dipenuhi oleh bulu.

Setelah dilakukan identifikasi didapat bahwa tarantula yang ditemukan pada jasa titipan kilat adalah tarantula Kalimantan Barat/Ornithoctoninae G. sp (Haplopelma Dorie).

Tarantula merupakan hewan predator atau bisa dibilang karnivora. Biasanya di alam liar tarantula memangsa serangga dan antropoda lainya. Sampai dengan saat ini, satwa masih dirawat di Kantor Balai KSDA Kalimantan Barat, mengingat habitatnya ada di hutan Kalimantan Barat, maka secepatnya akan dilepasliarkan ke kawasan konservasi. (arf)

Sumber : http://www.pontianakpost.co.id/2-tahun-jadi-peliharaan-warga-bksda-evakuasi-bayi-orangutan

Leave a Reply

    Cart